- Warga Desa Talun mengamuk karena aparatur desa berinisial A diduga melakukan kekerasan seksual di ponpes.
- Pemerintah Desa Talun telah menonaktifkan terduga pelaku secara tidak langsung melalui pihak keluarganya pada Selasa malam.
- Ratusan warga yang geram menyegel pondok pesantren dan mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi resmi.
Ponpes Disegel Warga
Ratusan warga menggeruduk ponpes tersebut, lalu menyegel ponpes. Warga yang geram mendengar kabar pelecehan itu pun menyoret bangunan ponpes bertuliskan 'Kyai Cabul'. Mereka juga mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi dari Kepala Desa Talun atas tanggungjawab terhadap kasus ini.
Sementara itu, menurut perades lainnya, Affandi, pihak yang mengaku korban saat ini sedang di Jakarta. Pihak yang mengaku korban pelecehan seksual belum memproses secara hukum.
"Laporan anak dan orang tuanya belum ada, belum ada proses hukum. Menyikapi itu koordinasi dengan warga kalau nanti ada laporan, kita baru ambil sikap," ungkapnya.
Belum adanya kepastian informasi, maka pihaknya belum mengambil langkah apapun menyikapi situasi ini.
"Kalau itu bukan kewenangan kita. Anak dan orang tua di Jakarta. Kemarin sudah boyongan," pungkas Affandi.
Ketika ditelusuri Suara.com, sosok A aktif di medsos Facebook dengan akunnya Moh Anam. Ia terlihat aktif ditandai sejumlah akun resmi madrasah maupun majelis keagamaan di setiap postingan.
Kontributor: Singgih Tri
Baca Juga: Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin