Budi Arista Romadhoni
Rabu, 09 September 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi kiai di Kabupaten Pati mencabuli santriwati. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Warga Desa Talun mengamuk karena aparatur desa berinisial A diduga melakukan kekerasan seksual di ponpes.
  • Pemerintah Desa Talun telah menonaktifkan terduga pelaku secara tidak langsung melalui pihak keluarganya pada Selasa malam.
  • Ratusan warga yang geram menyegel pondok pesantren dan mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi resmi.
Infografis kiai di Kabupaten Pati mencabuli santriwati. [Dok Suara.com/AI]

Ponpes Disegel Warga

Ratusan warga menggeruduk ponpes tersebut, lalu menyegel ponpes. Warga yang geram mendengar kabar pelecehan itu pun menyoret bangunan ponpes bertuliskan 'Kyai Cabul'. Mereka juga mendatangi balai desa untuk meminta klarifikasi dari Kepala Desa Talun atas tanggungjawab terhadap kasus ini.

Sementara itu, menurut perades lainnya, Affandi, pihak yang mengaku korban saat ini sedang di Jakarta. Pihak yang mengaku korban pelecehan seksual belum memproses secara hukum.

"Laporan anak dan orang tuanya belum ada, belum ada proses hukum. Menyikapi itu koordinasi dengan warga kalau nanti ada laporan, kita baru ambil sikap," ungkapnya.

Belum adanya kepastian informasi, maka pihaknya belum mengambil langkah apapun menyikapi situasi ini.

"Kalau itu bukan kewenangan kita. Anak dan orang tua di Jakarta. Kemarin sudah boyongan," pungkas Affandi.

Ketika ditelusuri Suara.com, sosok A aktif di medsos Facebook dengan akunnya Moh Anam. Ia terlihat aktif ditandai sejumlah akun resmi madrasah maupun majelis keagamaan di setiap postingan.

Kontributor: Singgih Tri

Baca Juga: Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan

Load More