Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 11 September 2026 | 15:08 WIB
Deretan korban keracunan MBG Kabupaten Pati. [Suara.com/Singgih Tri]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional dan Kabupaten Pati mengevaluasi 172 SPPG setelah insiden keracunan makanan.
  • Sebanyak 59 korban keracunan makanan di Pati masih menjalani perawatan dengan kondisi membaik.
  • Badan Gizi Nasional mengancam akan menyetop operasional dapur SPPG yang melanggar standar.

SuaraJawaTengah.id - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Sebanyak 172 SPPG menjadi sasaran evaluasi sebagai langkah respons atas kejadian keracunan makanan yang terjadi di Kabupaten Pati.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh dapur SPPG menjalankan proses penyiapan makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Menurut dia, pembenahan tata kelola SPPG terus dilakukan agar proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat berjalan sesuai standar.

Ia mengakui masih terdapat kemungkinan adanya SPPG yang tidak menjalankan seluruh tahapan penyiapan makanan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Karena itu, evaluasi terhadap seluruh dapur dinilai penting untuk memastikan tidak ada tahapan yang terlewat.

“Semenjak kepemimpinan yang baru, kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola, kemudian menyiapkan dapur-dapur ini dengan baik. Namun, di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus,” ujar Trenggono, Jumat (11/9/2026).

Menurut Trenggono, pengawasan tidak boleh berhenti hanya setelah dapur dinyatakan beroperasi. Setiap SPPG harus dipastikan mampu mempertahankan standar dalam seluruh proses, mulai dari penyiapan bahan makanan hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Evaluasi tersebut juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai potensi persoalan di lapangan, termasuk kondisi fasilitas dapur dan kemampuan SPPG dalam menjalankan pelayanan sesuai kapasitasnya.

59 Orang Masih Jalani Perawatan

Baca Juga: Wartawan Diusir Saat Liput Kasus Keracunan MBG di Rembang, PWI Jateng Buka Suara

Sementara itu, penanganan terhadap warga yang terdampak kejadian keracunan makanan di Pati masih berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan.

Trenggono mengatakan kondisi para pasien terus membaik dan diharapkan segera pulih.

“Masih ada 59 orang yang dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih,” katanya.

Meski kondisi korban berangsur membaik, BGN tetap menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek keamanan pangan.

BGN menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang hasil evaluasinya menunjukkan tidak layak atau tidak mampu memenuhi standar keamanan dalam penyediaan makanan.

Trenggono mengatakan SPPG yang terbukti bermasalah dapat dikenai penghentian operasional atau suspend. Bahkan, apabila persoalan berkaitan dengan kondisi dapur yang dinilai tidak layak, penghentian dapat dilakukan secara permanen.

Load More