- Bangunan eks Stasiun Banjarnegara mengalami pembongkaran fisik yang dilaporkan masyarakat pada Selasa (15/9/2026).
- TACB Banjarnegara meminta penghentian proyek perkantoran PT KAI karena melanggar aturan cagar budaya.
- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara menyatakan pembangunan sementara di lokasi tersebut telah dihentikan.
Kuat menyebut pembangunan di lokasi tersebut untuk sementara telah dihentikan.
"Pembangunan sementara dihentikan. Rencana akan dibangun perkantoran PT KAI Daop V," kata Kuat.
Meski akan dimanfaatkan sebagai perkantoran, Kuat berharap proses pembangunan tetap memperhatikan status bangunan sebagai cagar budaya.
"Kita berharap kaidah-kaidah cagar budaya diperhatikan. Semoga nanti ada titik temu yang tepat dalam pelestarian dan pemanfaatan stasiun bersejarah ini," ujarnya.
Punya Peran Penting dalam Sejarah SDS
Eks Stasiun Banjarnegara memiliki nilai sejarah yang lebih luas dibandingkan sekadar bangunan pemberhentian kereta.
Pendiri Banjoemas History and Heritage Community (BHHC) sekaligus Rumah Arsip Banjoemas, Jatmiko Wicaksono, menjelaskan kawasan tersebut memiliki peran penting dalam operasional SDS.
Menurut dia, Banjarnegara tidak hanya menjadi tempat naik dan turunnya penumpang, tetapi juga menjadi lokasi depo yang mendukung aktivitas perusahaan kereta api tersebut.
"Itu bukan sekadar stasiun pemberhentian, namun Depo SDS juga. Jantung SDS ya ada di Banjarnegara," ujar Jatmiko.
Baca Juga: Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
Sorotan terhadap eks Stasiun Banjarnegara muncul tidak lama setelah peringatan 130 tahun SDS yang digelar BHHC. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran arsip sejarah dan mendapat perhatian masyarakat dengan jumlah pengunjung lebih dari 1.600 orang.
Kini, keberadaan bangunan bersejarah tersebut berada di antara kebutuhan pemanfaatan aset dan upaya mempertahankan nilai sejarahnya. TACB Banjarnegara meminta agar status cagar budaya menjadi pertimbangan utama sebelum perubahan fisik maupun pembangunan dilanjutkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun