Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB
Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI), di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat (18/9/2026).
Baca 10 detik
  • Jawa Tengah meraih peringkat ketiga Anugerah Layanan Investasi nasional dari Kementerian Investasi pada September 2026.
  • Investor asal Dubai menandatangani kerja sama pembangunan kilang minyak mini senilai Rp5 triliun di Kabupaten Jepara.
  • Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp59,94 triliun dan berhasil menyerap ratusan ribu tenaga kerja lokal.

SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah mendapat dua sinyal positif dalam penguatan iklim investasi daerah. Sehari setelah meraih peringkat ketiga Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026, rencana pembangunan mini refinery atau kilang minyak mini senilai sekitar Rp5 triliun oleh investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), di Kabupaten Jepara berlanjut ke tahap kerja sama.

Dua momentum tersebut dinilai Co-Founder Gerakan Solusi Indonesia (GSI), Anas Syahirul, menunjukkan semakin terbukanya Jawa Tengah bagi investor.

“Menandakan Jateng ramah investasi,” kata Anas saat Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar GSI bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat (18/9/2026).

Menurut Anas, penghargaan ALI menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan investasi di Jawa Tengah. Dalam ajang yang digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi pada Rabu (16/9/2026), Jawa Tengah menempati posisi ketiga provinsi dengan layanan investasi terbaik secara nasional.

Jawa Tengah berada di bawah Maluku Utara dan Jawa Timur dalam penilaian tersebut.

“Di bawah kepemimpinan Pak Luthfi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bekerja prima, izin cepat dan mudah bagi investor. Hasilnya bisa menunjukkan Provinsi Jawa Tengah menempati tiga besar nasional,” ujar Anas.

Ia menilai capaian tersebut menjadi penting karena Jawa Tengah harus bersaing dengan provinsi lain dalam memberikan pelayanan kepada investor.

Data realisasi investasi juga menunjukkan besarnya aktivitas penanaman modal di Jawa Tengah. Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp59,94 triliun.

Realisasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta investasi usaha mikro dan kecil (UMK) Rp11,40 triliun.

Baca Juga: Jangan Gampang Kepincut! Pesan Penting Ning Nawal untuk Ibu-Ibu Hadapi Jebakan Pinjol dan Judol

Investasi tersebut disebut menyerap 213.217 tenaga kerja melalui 55.989 proyek.

Bagi Anas, capaian investasi tersebut semestinya tidak berhenti pada angka realisasi maupun penghargaan pelayanan. Investasi harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan masyarakat Jawa Tengah.

“Harapannya sesuai semangat GSI bisa bermanfaat untuk sekitar. Di antaranya di wilayah Jawa Tengah, Pemprov Jawa Tengah bisa terus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal,” katanya.

Co-Founder Gerakan Solusi Indonesia (GSI), Anas Syahirul saat Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI), di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat (18/9/2026).

Proyek Kilang Dubai Berlanjut

Momentum lainnya datang dari rencana pembangunan mini refinery di Kabupaten Jepara. Investor asal Dubai, UEA, berencana mengembangkan kilang minyak dengan kapasitas awal 10 ribu barel per hari dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun.

Rencana tersebut berlanjut setelah adanya penandatanganan kerja sama dengan Perumda Aneka Usaha Jepara.

Load More