Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 19 September 2026 | 15:17 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menyatakan edukasi perubahan iklim penting diberikan kepada generasi muda mulai tingkat sekolah dasar.
  • Pelajar SD diajarkan memilah sampah, sementara siswa SMA dan mahasiswa didorong melakukan riset energi terbarukan untuk mengatasi masalah lingkungan.
  • Langkah edukasi tersebut bertujuan menahan dampak perubahan iklim global serta mencegah kenaikan suhu bumi di masa depan.

SuaraJawaTengah.id - Isu perubahan iklim perlu dikenalkan kepada generasi muda sejak dini melalui pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kesadaran menghadapi perubahan iklim perlu dibangun sejak tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

"Ini agar generasi muda tidak hanya memahami ancamannya, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam mencari solusinya," ungkapnya.

Kakung, sapaan akrab Sarif menerangkan, pendidikan mengenai lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

"Kebiasaan tersebut, akan dapat membentuk kesadaran generasi muda untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang harus dimusnahkan," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah ini.

Kakung juga mendorong agar pembelajaran mengenai perubahan iklim dan energi berkelanjutan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Di tingkat sekolah dasar, misalnya, siswa dapat dikenalkan dengan pengelolaan dan pemilahan sampah.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.

Sementara di tingkat SMA hingga perguruan tinggi, pembelajaran dapat dikembangkan melalui pemahaman energi baru dan terbarukan, riset, serta inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan.

"Adapun di universitas, bisa melakukan riset dan inovasi, sehingga masalah sampah ini akan bisa teratasi," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Edukasi tersebut, kata Kakung, juga penting untuk mendorong generasi muda mengurangi penggunaan energi tidak terbarukan, termasuk energi fosil, serta memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Langkah itu dinilai dapat menjadi bagian dari upaya bersama menahan dampak perubahan iklim, termasuk kenaikan suhu bumi.

Baca Juga: Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!

“Sehingga dampaknya adalah kenaikan suhu di dunia ini, di bumi ini bisa kita tahan,” tandas Kakung.

Load More