- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah meminta pemprov memperbanyak bantuan bibit pohon produktif untuk masyarakat.
- Penanaman pohon produktif seperti durian dan alpukat bertujuan mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan ekonomi warga.
- Pendekatan vegetatif melalui penanaman pohon berfungsi menjaga lingkungan, mencegah bencana, dan mengatasi krisis air.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah provinsi Jawa Tengah diminta untuk memperbanyak bantuan bibit pohon produktif kepada masyarakat. Hal ini perlu dilakukan guna mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengingatkan akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Lewat penanaman pohon produktif bernilai ekonomi tinggi, maka juga bisa menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai ancaman bencana yang ada di provinsi ini,” ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif menyebut, pohon produktif merupakan jenis tanaman yang tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga menghasilkan buah atau komoditas ekonomis yang dapat dipetik manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
“Misalnya, durian, alpukat, petai atau nangka. Jenis-jenis ini tentu akan dapat memberikan manfaat ekonomi apabila telah memasuki masa produksi,” sebut Ketua DPW Partai kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Bagi masyarakat, jelas Kakung, keberadaan bibit produktif tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan lahan secara lebih produktif.
“Dengan perawatan yang baik, tanaman buah seperti durian dan nangka, maupun alpukat dapat menjadi sumber pangan sekaligus berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat pada masa mendatang,” terangnya.
Kakung menambahkan bahwa fungsi ekologis dari pepohonan sangat krusial untuk menjaga tata air saat pergantian musim, akar pohon mampu menyerap cadangan air hujan secara maksimal.
“Sehingga juga bisa mencegah terjadinya krisis air baku di daerah dataran rendah,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Warga Jateng Wajib Tahu! Pemprov Bebaskan Denda Pajak dan Pajak Progresif, Ini Jadwalnya
Kakung menekankan bahwa pendekatan mitigasi bencana saat ini tidak boleh lagi hanya bersifat struktural seperti membangun tanggul atau saluran air tetapi harus diimbangi dengan pendekatan vegetatif yang berkelanjutan.
“Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi keselamatan untuk sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School