- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendesak pemerintah provinsi melindungi produk lokal dari serbuan barang impor.
- Perda Nomor 5 Tahun 2016 diberlakukan untuk mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
- Pemerintah harus mengatasi berbagai masalah klasik petani seperti mahalnya pupuk, keterbatasan infrastruktur, dan ancaman impor bawang putih.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah provinsi Jawa Tengah diminta untuk terus bisa mengambil peran lebih kuat dalam melindungi sekaligus mempromosikan produk pertanian masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menegaskan, keberpihakan tersebut diperlukan agar komoditas yang diproduksi masyarakat, tidak justru terdesak produk impor.
“Negara harus benar-benar mengambil perannya untuk menjadi marketing dari produk-produk kita,” ungkapnya.
Selama ini, setiap tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional.
“Peringatan ini tentu tujuanya adalah bagaimana menghargai jasa dan perjuangan para petani sebagai pilar utama ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” sebut Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah.
Apalagi, lanjut Kakung, sejauh ini telah ada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani.
“Tujuan dari Perda ini adalah bagaimana mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kehidupan yang lebih baik,” terang Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa tengah ini.
Selain itu, kata Kakung, memberdayakan petani agar tercipta sinergi dan keberlanjutan produktivitas pertanian. Termasuk menumbuhkembangkan kelembagaan pembiayaan pertanian yang melayani kepentingan usahatani.
“Sekaligus mendorong lahirnya generasi baru petani yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.
Baca Juga: Kongres PSSI Jateng Memanas! 8 Anggota Komite Pemilihan dan Banding Mundur Jelang Hari H
Menurut Kakung, sejumlah persoalan klasik masih perlu mendapat perhatian serius, mulai dari harga sarana produksi pertanian, ketersediaan dan ketepatan waktu pupuk, tingginya biaya produksi, kepastian harga hasil panen, hingga akses pembiayaan.
"Termasuk masalah keterbatasan infrastruktur pertanian, persoalan pascapanen, akses pasar, hingga rendahnya minat generasi muda menjadi petani," beber legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung pun menyoroti persoalan impor bawang putih yang disampaikan petani. Menurutnya, ketergantungan terhadap impor perlu menjadi perhatian.
“Padahal di Jawa Tengah sendiri, salah satunya Kabupaten Temanggung memiliki potensi produksi bawang putih yang besar, dan pernah menjadi bagian penting dari kejayaan komoditas tersebut,” bebernya.
Kakung menegaskan, petani sebagai pelaku utama dalam mencapai keberhasilan pembangunan pertanian dan berkontribusi bagi keberlangsungan pemenuhan swasembada, kedaulatan dan ketahanan pangan sudah selayaknya mendapatkan upaya perlindungan.
"Apalagi adanya perubahan iklim, globalisasi dan gejolak ekonomi global, kerentanan terhadap bencana alam dan risiko usaha, serta sistem pasar yang tidak berpihak kepada petani, maka diperlukan perlindungan dan pemberdayaan bagi petani secara sistematis dan berkelanjutan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen
-
Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran
-
Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara
-
Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
-
Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas