- PT BYD Motor Indonesia menyatakan 65 persen pasar kendaraan di Jawa Tengah masih didominasi bahan bakar fosil pada 30 September 2026.
- Perusahaan menawarkan teknologi kendaraan listrik baterai dan Dual Mode untuk mendukung transisi energi di GIIAS Semarang 2026.
- BYD menargetkan penambahan jumlah jaringan layanan dari tujuh menjadi enam belas lokasi di wilayah Jawa Tengah.
SuaraJawaTengah.id - Peralihan menuju kendaraan energi baru di Jawa Tengah masih menghadapi pasar kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) yang cukup besar. Sekitar 65 persen pasar kendaraan di wilayah tersebut masih menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil.
Kondisi itu menjadi salah satu perhatian PT BYD Motor Indonesia saat hadir dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (30/9/2026).
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kondisi tersebut sekaligus menunjukkan masih terbukanya peluang peralihan menuju kendaraan energi baru di Jawa Tengah.
“Potensi peralihannya masih sangat besar. Karena itu, kami tidak melihat elektrifikasi hanya dari satu pendekatan, tetapi berusaha menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Luther di sela GIIAS Semarang 2026.
Menurut Luther, perkembangan penggunaan kendaraan energi baru di Jawa Tengah juga mulai terlihat dari jumlah pengguna BYD. Hingga 2026, lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah disebut telah menggunakan kendaraan BYD untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Lebih dari 3.000 keluarga telah memilih kendaraan BYD untuk mendukung mobilitas mereka,” katanya.
Tidak Hanya Mobil Listrik
Dalam mendorong peralihan tersebut, BYD tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Perusahaan juga menawarkan teknologi Dual Mode (DM) yang menggabungkan sistem penggerak listrik dengan mesin berbahan bakar. Teknologi tersebut menjadi alternatif bagi konsumen dengan kebutuhan perjalanan yang berbeda.
Baca Juga: Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah
Luther mengatakan pendekatan tersebut diperlukan karena pola penggunaan kendaraan setiap konsumen tidak sama. Sebagian pengguna dapat mengandalkan kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari, sementara pengguna lainnya membutuhkan fleksibilitas dari kombinasi tenaga listrik dan mesin berbahan bakar.
“Transisi energi membutuhkan pilihan yang beragam. Kami ingin konsumen bisa mendapatkan teknologi yang sesuai dengan pola penggunaan kendaraan mereka, tanpa mengurangi manfaat dari elektrifikasi,” ujar Luther.
Kehadiran berbagai pilihan teknologi tersebut menjadi bagian yang diperkenalkan BYD dalam GIIAS Semarang 2026. Pameran yang berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 itu menjadi ruang bagi masyarakat Jawa Tengah untuk melihat perkembangan teknologi kendaraan energi baru secara langsung.
Secara nasional, BYD mencatat penjualan lebih dari 40.600 unit kendaraan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Perusahaan menyebut capaian tersebut membuat BYD menguasai lebih dari 37 persen pasar kendaraan listrik nasional.
Perluas Jaringan Layanan di Jateng
Pertumbuhan pengguna kendaraan energi baru juga diikuti dengan pengembangan jaringan layanan di Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru
-
Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara
-
Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km
-
GIIAS Semarang Kenalkan Ragam Teknologi Mobil Listrik, Changan Bawa BEV dan REEV
-
Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!