- Moh. Miftahul Arief meraih gelar Doktor Studi Islam di UIN Walisongo Semarang dengan nilai nyaris sempurna pada 30 September 2026.
- Ia menyelesaikan disertasinya di samping tempat tidur ibunya di rumah sakit meskipun sang ibu wafat sebelum ujian promosi doktor.
- Disertasinya meneliti strategi pemasaran madrasah perkotaan dengan merumuskan Urban-Spiritual Resonance Model serta empat tipologi pemasaran madrasah.
Pada 2020, ia juga dinobatkan sebagai Kepala Madrasah Berprestasi oleh Kementerian Agama Kota Semarang.
Di luar aktivitasnya sebagai pendidik, Arief mengembangkan Bimbingan Belajar AIO sejak 2014. Ia juga aktif sebagai jurnalis Majalah AULA NU, pengurus PWI Jawa Tengah, serta mendirikan dan menjadi pemimpin redaksi EDUKASIA.ID dan BeritaHaji.id.
Menulis Disertasi di Samping Tempat Tidur Ibu
Perjuangan Arief menyelesaikan pendidikan doktoral juga beriringan dengan tanggung jawab keluarga. Sang ibu yang mengalami penyakit komplikasi harus berulang kali menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Arief menjadi orang yang mendampingi langsung proses pengobatan sang ibu. Di tengah aktivitas menjaga dan mengantar ibunya menjalani perawatan, ia tetap berusaha menyelesaikan penelitian doktoralnya.
Laptop menjadi teman Arief selama berada di rumah sakit. Di sela waktu menunggu ibunya, ia menulis dan menyelesaikan bagian-bagian disertasinya.
"Sebagian disertasi ini saya kerjakan di kamar geriatri RS Kariadi. Saat ibu dirawat, saya menunggu sendiri, mengantar dan menjemput beliau, sekaligus menyelesaikan berbagai bagian penelitian di samping tempat tidurnya," ujar Arief.
Aktivitas tersebut bahkan menjadi pemandangan yang akrab bagi para perawat di bangsal geriatri.
"Beberapa perawat sampai hafal. Mereka sering melihat saya membuka laptop dan menulis disertasi di sela-sela menjaga ibu," lanjutnya.
Baca Juga: Bejat! Ini 7 Fakta Kasus Guru SMP Kirim Chat Mesum ke Murid di Blora
Ada satu harapan yang selama ini ingin diwujudkan Arief, yakni melihat sang ibu menyaksikan langsung dirinya menjalani promosi doktor.
Namun harapan tersebut tidak terwujud. Tepat setahun sebelum promosi doktornya, sang ibu meninggal dunia.
"Harapan saya ibu bisa menyaksikan promosi doktor ini. Namun Allah memiliki rencana lain. Tepat setahun yang lalu ibu telah lebih dahulu berpulang," tuturnya.
Karena itu, gelar doktor yang kini disandangnya memiliki makna personal bagi Arief. Ia tidak melihat capaian tersebut semata sebagai hasil perjuangan dirinya sendiri.
"Doktor ini bukan hanya milik saya. Ada doa, pengorbanan, dan perjuangan ibu saya, perempuan hebat hebat yang tak lulus Madrasah Aliyah dan memeras keringat demi pendidikan anak-anaknya," katanya sambil berkaca-kaca.
Disertasi tentang Strategi Pemasaran Madrasah
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Gus Yasin Bongkar Peran Penting Anak Muda Jateng Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit
-
Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak
-
Di Makassar, BRI Peduli Bekali Disabilitas Dengan Keterampilan dan Wawasan Digital
-
KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik