- Siswa kelas dua SDN 1 Kebondalem Pemalang meninggal dunia pada September 2026 akibat dugaan perundungan kakak kelas.
- Tim dokter Polda Jateng mengautopsi jenazah korban di RSUD Dr. M Ashari Pemalang untuk memastikan penyebab kematiannya.
- Polres Pemalang telah memeriksa sejumlah saksi termasuk orang tua dan pihak sekolah untuk menyelidiki kasus tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Seorang bocah laki-laki, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, Muhamamd Hasbi Al Aqib alias Aqib (7) meninggal setelah diduga jadi korban bullying kakak kelasnya.
Informasi yang dihimpun, Aqib meninggal pada Rabu (30/9/2026). Sebelumnya, dia sempat dirawat di rumah sakit pada Kamis (17/9/2026) setelah mengeluh sakit perut, muntah dan berdarah ketika buang air besar.
Dia sempat bercerita dipukuli oleh 3 kakak kelasnya, kelas 5 dan kelas 6.
Diautopsi Polda Jateng
Karena diduga kuat kematiannya tak wajar, pada Kamis (1/10/2026) jenazah Aqib dilakukan autopsi oleh tim dokter dari Bidang Kedokteraan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng.
Autopsi ini dilakukan untuk mengetahui pasti penyebab kematian Aqib. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar, kepada media, membenarkan adanya autopsi itu.
“Hasilnya belum keluar,” kata dia.
Proses autopsi itu dilakukan di RSUD Dr. M Ashari Pemalang, tempat korban sempat dirawat. Autopsi ini juga dengan persetujuan pihak keluarga.
Sejumlah Saksi Diperiksa
Baca Juga: Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang
Saat ini penyidik Polres Pemalang telah meminta keterangan sejumlah saksi dari kasus kematian tak wajar ini. Para saksi yang diperiksa beragam, mulai dari orangtua korban, pihak sekolah yang diduga mengetahui insiden ini hingga teman sekolah korban.
Diketahui, saat korban mengeluh sakit di bagian perutnya, pada 17 September 2026, orangtua korban kemudian membawanya ke RSUD Dr. M Ashari Pemalang.
Dia dibawa ke rumah sakit setelah kondisinya terus menurun, tidak bisa jalan dan tidak bisa kencing dan BAB. Saat dirontgen dan USG, ada peradangan.
Setelah dirawat itulah, korban baru bercerita dipukuli tiga kakak kelasnya. Sembilan hari dirawat, korban diperbolehkan pulang.
Namun, pada 30 September 2026 kondisinya memburuk. Orangtuanya kembali membawanya ke rumah sakit, sore hari. Kondisinya tak sadar. Sampai di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Orangtuanya ini menduga sakitnya korban ini akibat perundungan, inilah yang direspons penyelidikan oleh kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas
-
Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas
-
Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo
-
Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo Dimutasi, Digantikan Brigjen Roy Hardi Siahaan
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Perputaran Ekonomi hingga UMKM Lokal