- Polresta Solo mengamankan dua pria berinisial MD dan S karena diduga mencopet sembilan handphone jamaah Haul Solo pada Jumat (2/10/2026).
- Pelaku memanfaatkan kerumunan padat di kawasan Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, untuk mengambil handphone korban tanpa disadari.
- Polisi masih memburu empat orang rekan pelaku yang melarikan diri dari penginapan di wilayah Sangkrah, Solo.
SuaraJawaTengah.id - Kerumunan jamaah dalam rangkaian Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau Haul Solo di kawasan Masjid Riyadh, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, diduga dimanfaatkan komplotan pencopet untuk mencari korban.
Jajaran Satreskrim Polresta Solo mengamankan dua pria yang diduga terlibat aksi pencurian handphone dengan modus copet di tengah kepadatan jamaah dan pengunjung haul. Keduanya masing-masing berinisial MD (62) dan S (51), warga Pasuruan, Jawa Timur.
Kedua terduga pelaku diamankan pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, saat polisi tengah melakukan pengamanan rangkaian kegiatan haul di kawasan Jalan Kapten Mulyadi dan sekitar Masjid Riyadh, Kelurahan dan Kecamatan Pasar Kliwon.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Reskrim Kompol Derry Setiawan mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari dugaan pencurian handphone terhadap jamaah yang berada di tengah kerumunan.
“Satreskrim Polresta Surakarta mengamankan dua orang yang diduga melakukan tindak pidana pencurian handphone dengan modus copet terhadap jamaah maupun pengunjung kegiatan haul. Dari keduanya, petugas turut mengamankan sejumlah handphone yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut,” kata Kompol Derry, Senin (5/10/2026).
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sembilan unit handphone berbagai merek dengan total nilai ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.
Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Dwiyono, warga Pasuruan. Korban lainnya yakni Nandang, warga Cimahi. Polisi masih menelusuri pemilik handphone lain yang ditemukan dari tangan kedua terduga pelaku.
Salah satu aksi yang kini didalami polisi terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat itu, korban berada di sekitar makam kawasan Masjid Riyadh. Kondisi lokasi dipenuhi jamaah yang mengikuti rangkaian kegiatan haul hingga terjadi kepadatan dan desak-desakan.
Baca Juga: Suami-Istri Kompak Pelaku Pencurian Kambing, Dijual Lewat COD Berujung Apes
Korban menyimpan handphone Redmi 4A di saku bajunya. Dalam kondisi tersebut, handphone diduga diambil pelaku tanpa sepengetahuan korban.
Korban baru menyadari handphone miliknya hilang setelah berjalan menuju arah masjid. Pencarian sempat dilakukan, tetapi barang tersebut tidak ditemukan.
Belakangan, korban mendapat informasi dari temannya bahwa handphone miliknya telah ditemukan polisi bersama dua terduga pelaku yang diamankan.
Namun, penyidikan polisi tidak berhenti pada dua orang tersebut.
Mengaku Sudah 30 Tahun Mencopet
Dalam pemeriksaan awal, MD kepada penyidik mengaku datang ke Solo tidak seorang diri. Ia menyebut kelompoknya berjumlah enam orang, terdiri atas tiga orang dari Pasuruan dan tiga orang dari Surabaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar
-
Tujuh SPPG di Kudus Diberhentikan Sementara, Data Penerima Manfaat Jadi Masalah
-
Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi
-
BRI-KPK Siapkan Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026
-
Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global