- Densus 88 bersama kepolisian menangkap mantan narapidana terorisme berinisial S di Sukoharjo pada Senin malam.
- Pelaku mencoba menyerang petugas menggunakan senjata tajam saat penggerebekan sehingga melukai dua orang anggota kepolisian.
- Petugas memberikan tindakan tegas dan terukur yang membuat pelaku mengalami luka tembak serta berhasil diamankan bersama barang buktinya.
SuaraJawaTengah.id - Penangkapan terduga pelaku pembakaran warung Mi Babi di Sukoharjo, Senin (19/10/2026) malam membuat geger warga. Pasalnya, pelaku mencoba menyerang petugas gabungan dari Densus 88/Antiteror maupun Polda Jateng dan Polres Sukoharjo.
Informasi yang dihimpun, pada penggerebekan yang dilakukan sekira pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB itu, 2 polisi terluka. Lokasi penggerebekannya di Dukuh Tempel RT01/RW11, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.
Identitas terduga pelakunya adalah S alias Samsul Bahri alias Polo alias Gondrong. Kelahiran Indramayu tahun 1993, mantan narapidana terorisme kasus Bom Thamrin, kelompok JAD. Dia tinggal di Sukoharjo setelah pindah dari Tangerang.
Dua polisi yang terluka; Briptu WP dan Briptu EK. Keduanya dirawat di RS Bhayangkara, terkena pecahaan kaca dan luka kena parang di betis kaki kanannya.
“Hasil track recordnya mantan napi teroris, mencoba membacok atau menyerang petugas (saat hendak ditangkap),” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi kepada wartawan.
Karena terus melawan, pelaku dilakukan tindakan tegas dan terukur, sebelum bisa diamankan. Polisi membawanya ke RS Bhayangkara Solo untuk dilakukan perawatan karena luka tembak.
Petugas mengamankan barang bukti 2 parang, 2 sangkur, sebuah busur dan anak panah, 1 buah double stick, 1 tongkat hiking, 1 tongkat stainless, sebuah motor Yamaha X Ride tanpa nomor polisi.
Diketahui, insiden pembakaran warung Mi dan Babi itu terjadi pada Sabtu (12/9/2026), lokasinya di Grogol Sukoharjo.
Kontributor : Eka Setiawan
Baca Juga: Kaget Tiga Kepala Dinas Ikut Diperiksa KPK, Ini Dalih Plt Bupati Sukoharjo
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Terduga Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo Ditangkap: Mantan Napiter Bom Thamrin
-
Karhutla Gunung Lawu Capai 230 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman dari Udara
-
BRI Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Jutaan UMKM Tumbuh Bersama Asta Cita
-
Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius
-
AKBP Febriyani Aer Pimpin Polres Tegal, Perkuat Komitmen Pelayanan Masyarakat