Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB
Agen BRILink Darwati di Dusun Glagah, Desa Rejosari, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.
Baca 10 detik
  • Darwati, warga Kabupaten Semarang, membuka layanan Agen BRILink di toko sembakonya sejak sepuluh tahun lalu.
  • Ia melayani sekitar dua puluh transaksi per hari untuk memudahkan akses keuangan warga Dusun Glagah.
  • Dukungan mantri BRI dan apresiasi warga membantu meningkatkan pendapatan serta kelancaran operasional usaha Darwati.

SuaraJawaTengah.id - Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, sebuah mesin Electronic Data Capture (EDC) yang awalnya hanya dititipkan seorang teman bisa mengantarkan Darwati pada perjalanan usaha selama hampir satu dekade. Kini, perempuan asal Dusun Glagah, Desa Rejosari, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, tersebut menjadi salah satu penghubung layanan keuangan bagi masyarakat di lingkungannya melalui Agen BRILink.

Perjalanan Darwati menjadi Agen BRILink tidak dimulai dengan modal usaha besar. Semua berawal dari kesempatan sederhana ketika seorang teman meminjamkan sekaligus menitipkan mesin EDC kepadanya.

Dari pengalaman awal tersebut, Darwati mulai melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan. Apalagi, saat itu belum banyak agen BRILink di sekitar tempat tinggalnya.

Ia kemudian memutuskan membuka layanan BRILink secara mandiri di rumah. Usaha tersebut sekaligus dipadukan dengan toko sembako yang dikelolanya.

Keputusan itu terbukti membuka peluang baru. Masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan sehari-hari kini juga bisa melakukan berbagai transaksi perbankan di tempat yang sama.

"Awalnya saya dititipi atau dipinjami mesin EDC oleh teman. Kemudian tertarik untuk membuka sendiri di rumah dengan dilengkapi toko sembako," cerita Darwati.

Sudah kurang lebih 10 tahun Darwati menjalankan usaha sebagai Agen BRILink. Selama itu pula, ia berusaha menjaga kepercayaan masyarakat yang membutuhkan layanan transaksi keuangan dengan lebih mudah dan dekat.

Menurutnya, peluang tersebut muncul karena melihat kebutuhan masyarakat sekitar yang belum terlayani secara optimal.

"Tertarik menjadi agen karena melihat potensi sekitar belum ada Agen BRILink. Didukung dengan adanya toko sembako di rumah, jadi sambil berbelanja bisa sambil bertransaksi," ujarnya.

Baca Juga: BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Dari Toko Sembako, Layani Puluhan Transaksi

Seiring berjalannya waktu, toko sembako milik Darwati tidak hanya menjadi tempat masyarakat membeli kebutuhan pokok. Tempat tersebut juga berkembang menjadi salah satu tujuan warga untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.

Setiap hari, Darwati melayani berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer sesama rekening BRI, hingga transfer antarbank.

Mayoritas pengguna layanan berasal dari masyarakat umum dan pedagang di sekitar wilayah Bancak.

Dalam aktivitasnya, Darwati rata-rata melayani sekitar 20 transaksi setiap hari. Ia membuka layanan mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB agar masyarakat memiliki keleluasaan dalam mengakses layanan tersebut.

Bagi Darwati, perubahan paling terasa setelah menjadi Agen BRILink adalah kemudahan transaksi yang bisa dirasakan masyarakat sekaligus tambahan pendapatan bagi keluarganya.

Load More