- Pemerintah memprioritaskan pemulihan ekosistem gambut di empat provinsi untuk menekan risiko kebakaran hutan berulang.
- BPGMN bersama berbagai lembaga menyiapkan penyekatan kanal dan pembangunan embung guna menjaga kelembapan gambut.
- Lahan bekas kebakaran didorong menjadi produktif dengan tanaman adaptif untuk memberikan penghasilan masyarakat.
Lahan Bekas Kebakaran Didorong Kembali Produktif
Selain memulihkan kondisi air, pemerintah juga menilai pencegahan karhutla harus diikuti dengan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
Prof. Satyawan mengatakan, lahan gambut terlantar yang berulang kali mengalami kebakaran perlu didorong menjadi lahan produktif dengan tanaman yang mampu beradaptasi di kawasan basah.
Dengan demikian, masyarakat tetap bisa memperoleh penghasilan tanpa harus mengeringkan lahan gambut untuk kegiatan usaha.
"Dengan tanaman-tanaman yang bisa beradaptasi dengan lahan basah. Sehingga kalau dia terkelola dengan baik, tetap basah, ada penghasilan dari situ yang bisa didapat oleh masyarakat, maka risiko terjadinya kebakaran itu bisa berkurang," ujarnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menyatukan kepentingan pemulihan lingkungan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut.
Bangun Embung untuk Menjaga Ketersediaan Air
Mayjen TNI Sriyanto menambahkan, pemulihan gambut juga akan didukung pembangunan infrastruktur penyediaan air di kawasan tanah mineral melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan embung untuk menampung air ketika musim penghujan sehingga dapat dimanfaatkan saat musim kemarau.
Baca Juga: 244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan
Menurutnya, ketersediaan sumber air di kawasan tanah mineral dapat membantu menjaga pasokan air menuju kawasan gambut, terutama di sekitar aliran irigasi.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pembasahan gambut dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Sriyanto menilai upaya pencegahan melalui pemulihan ekosistem dan pengelolaan air juga dapat menjadi langkah yang lebih efisien dibandingkan hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.
Dia mencontohkan penggunaan water bombing yang membutuhkan dukungan operasional besar ketika kebakaran meluas.
Melalui penyekatan kanal, pembasahan gambut, pembangunan embung, serta pemanfaatan lahan secara produktif, BPGMN berharap risiko karhutla berulang dapat ditekan.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan lintas kementerian dan masyarakat agar pemulihan ekosistem gambut tidak hanya berorientasi pada pencegahan kebakaran, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura
-
Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa
-
Kenaikan Air Laut Ancam Pesisir Pantura Jateng, BPGMN Perkuat Mangrove Jadi Benteng Alami
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Sekarang Bisa Dapat Cashback Rp50 Ribu Setiap Hari! Begini Caranya
-
Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM