Debit Air 41 Waduk di Jateng Mulai Menyusut, Pemprov Lakukan Ini

Pemprov Jateng sedang mempercepat proses pemeliharaan 41 waduk untuk menjaga aliran air ke lokasi pertanian tetap berfungsi dengan baik.

Chandra Iswinarno
Selasa, 25 Juni 2019 | 12:55 WIB
Debit Air 41 Waduk di Jateng Mulai Menyusut, Pemprov Lakukan Ini
Salah satu waduk yang ada di Jateng. [Antara]

SuaraJawaTengah.id - Jelang puncak musim kemarau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengawasi ketinggian debit air di puluhan waduk yang berada di provinsi tersebut. Pengawasan tersebut untuk menjaga ketinggian debit air yang mulai berkurang sejak awal kemarau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Eko Yunianto mengemukakan sedikitnya ada 41 waduk di Jateng yang mengalami penurunan debit air pada awal musim kemarau tahun ini, bahkan penurunan sudah mencapai 24 persen debit air.

"Kami berupaya menjaga debit air di waduk-waduk yang debitnya terus mengalami penurunan saat memasuki musim kemarau," katanya seperti dilansir Antara, Selasa (25/6/2019).

Eko mengemukakan waduk yang sudah mengalami penurunan debit air antara lain, Waduk Malahayu, Waduk Cacaban, Waduk Kedungombo, Waduk Wadaslintang, Waduk Jatibarang, Waduk Penjalin, Waduk Jombor hingga Waduk Tempuran.

Baca Juga:Jokowi Resmikan Bendungan Gondang yang Mampu Mengairi 2 Kabupaten di Jateng

"Penurunan debit air terparah terjadi di Waduk Tempuran," ujarnya.

Eko mengungkapkan pihaknya sedang mempercepat proses pemeliharaan 41 waduk di 35 kabupaten/kota untuk menjaga aliran air ke lokasi pertanian tetap berfungsi dengan baik sekaligus memperkuat daya tampung waduk agar tetap terjaga.

"Paling tidak kami sudah memelihara 41 waduk atau setara 1,8 miliar meter per kubik agar daya tampung air dapat terjaga," katanya.

Menurut dia, penurunan debit air di waduk-waduk tersebut sesuai dengan informasi peringatan dini dari BMKG yang menyebutkan bahwa musim kemarau pada 2019 akan berlangsung cukup panjang hingga mencapai tujuh bulan.

"Saat ini tidak hanya waduk saja, sungai juga mengalami penyusutan debit air," ujarnya.

Baca Juga:Kementerian PUPR Targetkan 29 Bendungan Selesai Sampai Akhir 2019

Ia berpendapat dengan kondisi irigasi di Indonesia yang masih mengandalkan aliran air sungai, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian semakin menurun saat musim kemarau.

"Sekarang sudah terasa ada banyak keluhan petani yang kekurangan pasokan untuk air irigasinya," katanya.

Terkait dengan hal itu, Eko mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk menanggulangi persoalan kekeringan di Jateng.

"Kami memperkuat koordinasi dengan teman-teman kabupaten/kota karena harus kita sadari kalau itu bukan bersumber dari waduk, ya hanya bisa mengandalkan dari air yang mengalir. Apapun itu kita harus ada upaya yang maksimal untuk menolong para petani," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak