Banyumas Kekeringan dan Sangat Butuh Air Bersih, Dampak Terus Meluas

Pebriansyah Ariefana
Banyumas Kekeringan dan Sangat Butuh Air Bersih, Dampak Terus Meluas
Foto udara areal persawahan mengalami kekeringan di Desa Banjar Anyar, Brebes, Jawa Tengah, Senin (17/6). [ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah]

Sampai Jumat (5/7/2019) hari ini tercatat sudah 12 desa kekeringan.

Suara.com - Kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terus meluas. Sampai Jumat (5/7/2019) hari ini tercatat sudah 12 desa kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan 12 desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih tersebar di sembilan kecamatan.

Menurut data BPBD, kekeringan antara lain mulai melanda Desa Karanganyar di Kecamatan Patikraja, Desa Nusadadi dan Karanggendang di Kecamatan Sumpiuh, serta Desa Kediri dan Tamansari di Kecamatan Karanglewas.

Desa Banjarparakan dan Tipar di Kecamatan Rawalo, Desa Srowot di Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen di Kecamatan Jatilawang, Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati, Desa Jatisaba di Kecamatan Cilongok, dan Desa Buniayu di Kecamatan Tambak juga menghadapi kekeringan.

Kekeringan dan krisis air bersih yang melanda 12 desa tersebut berdampak pada sekitar 3.150 keluarga yang terdiri atas 10.876 warga.

"Kami sudah mendistribusikan air bersih kepada mereka yang membutuhkan," kata Ariono.

Dia mengatakan, BPBD sudah menyiapkan sekitar 1.000 tanki air bersih guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya krisis air bersih akibat kekeringan.

Menurut data BPBD Banyumas, kekeringan juga melanda wilayah kecamatan seperti Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas tahun 2018. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS