Keraton Solo Gelar Garebek Besar Sebagai Bentuk Syukur

Ada dua jenis gunungan yang dikirab, yakni gunungan jaler atau laki-laki dan gunungan istri.

Dwi Bowo Raharjo
Minggu, 11 Agustus 2019 | 17:13 WIB
Keraton Solo Gelar Garebek Besar Sebagai Bentuk Syukur
Keraton Kasunanan Solo menggelar garebek besar bertepatan dengan Idul Adha 1440 Hijriah, Minggu (11/8/2019). (Suara.com/Ari Purnomo)

SuaraJawaTengah.id - Keraton Kasunanan Solo menggelar garebek besar bertepatan dengan Idul Adha 1440 Hijriah, Minggu (11/8/2019). Ada dua jenis gunungan yang dikirab, yakni gunungan jaler atau laki-laki dan gunungan istri.

Sesuai dengan namanya dua gunungan ini dibuat dari jenis yang berbeda. Gunungan jaler berisi aneka sayuran dan hasil bumi. Sedangkan gunungan estri berisi dengan bahan makanan.

Dua gunungan ini dikirab mulai dari Kori Kamandungan, Keraton, sampai dengan halaman Masjid Agung Solo. Selama kirab berlangsung alunan musik khas Keraton terus mengiringi. Juga terlihat sejumlah abdi dalem berbusana khas pasukan keraton.

Sementara ratusan warga sudah memadati kompleks Masjid Agung. Mereka ingin berebut gunungan yang dibawa dalam garebek besar. Tetapi, sebelum diperebutkan dua gunungan dengan ketinggian lebih kurang dua meter diletakkan di samping kiri dan kanan masjid.

Baca Juga:Setelah Salat Idul Adha, Gubernur Jabar dan Keluarga Sembelih Seekor Sapi

Dua gunungan terus dijaga oleh sejumlah petugas. Ini untuk megantisipasi serbuan warga yang sudah tidak sabar untuk mengambil gunungan itu. Sebelum diperebutkan, seorang tokoh agama membacakan doa.

Doa adalah sebagai wujud syukur atas segala limpahan yang sudah diberikan oleh Tuhan. Usai menyampaikan doa, gunungan estri atau wadon kembali dibawa ke Kori Kamandungan.

Gunungan tersebut akan diperebutkan di sana. Sedangkan untuk gunungan jaler tetap berada di kompleks Masjid Agung untuk diperebutkan.

Warga yang sudah tidak sabar langsung berebut gunungan. Desak-desakan pun tidak terhindarkan. Warga berusaha untuk mendapatkan bagian dari gunungan.

Tidak perlu bahan makanan, tetapi apa saja yang tertempel pada gunungan menjadi rebutan. Bahkan bambu pun tidak terhindarkan dari rebutan warga.

Baca Juga:Idul Adha, Ganda Putra Indonesia Persembahkan Gelar Hyderabad Open 2019

Tidak butuh waktu lama, gunungan jaler pun langsung ludes jadi rebutan warga.

Salah seorang pengunjung, Susanto (40) mengatakan, dirinya sengaja datang untuk berebut gunungan.

Susanto percaya jika mendapatkan bagian dari gunungan bisa mendapatkan berkah.

"Ya katanya kalau bisa dapatkan bagian dari gunungan bisa mendapatkan berkah. Dan kembang kantil biasanya bisa mendatangkan berkah kalau disimpan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhtaram menjelaskan, kegiatan tradisional ini menjadi bentuk wujud syukur dari Keraton kepada Tuhan. Selama ini sudah memberikan limpahan rezeki.

"Kalau simbol atau makna setiap gunungan sama. Kalau gunungan ini adalah jaler dan istri, ada yang terbuat dari sayuran juga bahan makanan siap olah. Ini sebagai bentuk syukur kepada Allah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak