Indeks Terpopuler News Lifestyle

Bus Rombongan Mahasiswa Undip Menuju DPR RI Tertahan di Polres Brebes

Bangun Santoso Selasa, 24 September 2019 | 09:22 WIB

Bus Rombongan Mahasiswa Undip Menuju DPR RI Tertahan di Polres Brebes
Ilustrasi: Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Total ada lima bus rombongan mahasiswa Undip Semarang yang akan menuju gedung DPR RI untuk bergabung bersama aliansi mahasiswa lainnya

SuaraJawaTengah.id - Rombongan bus mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang akan bergabung dalam aksi demonstrasi menolak RUU bermasalah di Gedung DPR RI Jakarta, tertahan di wilayah Pantura, tepatnya di daerah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dua dari lima bus yang memberangkatkan rombongan mahasiswa Undip itu dihentikan oleh jajaran Satlantas Kepolisian Resort Brebes, Selasa (24/9/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Ya benar dua bus, kami tahan saat petugas sedang melakukan razia rutin di depan Mapolres Brebes," kata Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (24/9/2019).

Aris menyebut, dua bus yang dihentikan karena menyalahi aturan yakni tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan, di mana tidak ada STNK-nya.

"Karena tidak ada STNK dua bus kami tahan, tiga bus boleh melanjutkan perjalanan," ucapnya.

Namun begitu, kata Aris, para mahasiswa dari tiga bus enggan melanjutkan kembali perjalanan ke Jakarta. Lebih memilih ikut bergabung dengan rekannya yang ada di dua bus tertahan.

"Katanya atas nama solidaritas. Jadi malah tidak melanjutkan perjalanan. Semua mahasiswa pilih bertahan di Mapolres, sambil menunggu bus pengganti," katanya.

Rigan S Basworo, salah satu koordinasi aksi Undip Bergerak membenarkan adanya dua bus yang tertahan di Mapolres Brebes.

"Kejadian pagi tadi, dua bus ditahan. Jadi perjalanan kami sedikit terhambat. Kami memilih bertahan di Mapolres," katanya.

Apakah benar karena tidak ada kelengkapan STNK dari dua bus yang di tahan, Rigan mengaku belum tahu pasti penyebab ditahannya dua bus tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait