Pendukung Gibran Vs Purnomo 'Perang Fesyen' Sebelum Kampanye Pilkada Solo

Chandra Iswinarno
Pendukung Gibran Vs Purnomo 'Perang Fesyen' Sebelum Kampanye Pilkada Solo
Kolase fesyen pendukung Gibran dan Purnomo. [Dokumentasi]

Adu fesyen kedua pendukung tersebut menjadi perhatian di jagat medsos.

Suara.com - Genderang perang Pilkada Solo memang belum ditabuh, tapi sejumlah pendukung dari masing-masing calon kandidat sudah mulai mencoba meraih simpati. Salah satunya dengan membuat busana sebagai bentuk dukungan, baik dari kubu pendukung Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa maupun dari pendukung putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka.

Dari kubu pendukung Gibran diinisiasi oleh Forum Muda Visioner. Forum ini dikomandoi oleh salah satu anggota DPRD Solo dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Antonius Yogo Prabowo.

Yogo, begitu ia akrab disapa, mengenakan kemeja yang sama persis dengan yang dikenakan oleh Gibran akhir-akhir ini, yakni kemeja warna putih tulang dengan gambar sejumlah tokoh dan pahlawan nasional. Seperti gambar Presiden Soekarno, dan sejumlah tokoh lainnya.

Sementara di bagian tengah terdapat tulisan "Indonesia Raya" yang cukup besar. Yogo menjelaskan, kemeja ini didapatkannya dari tim suksesnya Gibran.

"Saya dikasih oleh timnya mas Gibran. Saya menggunakannya untuk bekerja seperti ke kantor DPRD dan juga aktivitas lain," terangnya kepada Suara.com, Jumat (11/10/2019).

Yogo menambahkan, selain dikenakan untuk aktivitas sehari-hari, Yogo juga mengunggahnya melalui media sosial. Dan saat diunggah, ternyata respons dari masyarakat cukup bagus.

"Banyak yang tertarik dengan baju tersebut. Ini salah satunya untuk menarik dukungan untuk mas Gibran," ungkapnya.

Sama halnya dengan kubu Gibran, dari kubu Purnomo-Teguh juga membuat fashion dukungan. Kali ini yang dibuat dalam bentuk jaket. Salah satu anggota DPRD Fraksi PDIP Trihono Setyo Putro mengatakan, jaket dengan tulisan BTP atau Barisan Teguh Purnomo di bagan depan dan Purnomo-Teguh Prakosa di bagian belakang itu dipesan langsung dari garut.

"Yang pertama ini kami pesan langsung dari Garut, ini jaket kulit yang versi pertama. Kami juga akan membuat jaket versi yang kedua yakni jaket bomber, saat ini sedang proses," katanya.

Trihono menambahkan, untuk jaket kulit Garut itu dia sudah memesan sebanyak 10 buah. Dan sudah dibagikan kepada aktivis BTP. Sedangkan untuk jaket bomber rencananya sebanyak 200 buah.

"Untuk desain jaket ini sudah terlihat sekali sentuhan anak muda. Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan kami solid dan juga kekinian. Saya juga mengenakannya saat ke kantor, dan juga mengunggahnya di medsos, banyak yang antusias," katanya.

Kontributor : Ari Purnomo

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS