Kecanduan Gim Daring, Delapan Pelajar Jalani Perawatan di Rumah Sakit Jiwa

Mirisnya, anak-anak yang dirawat tersebut berusia antara tujuh tahun hingga 15 tahun.

Chandra Iswinarno
Kamis, 31 Oktober 2019 | 14:23 WIB
Kecanduan Gim Daring, Delapan Pelajar Jalani Perawatan di Rumah Sakit Jiwa
Seorang pemuda berinisial IS (32) (kedua kiri) menjalani perawatan terapi bersama pasien lainnya di tempat rehabilitasi gangguan jiwa Yayasan Jamrud, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/7). [ANTARA FOTO/Risky Andrianto]

SuaraJawaTengah.id - Lantaran kecanduan permainan gim dalam gawai, delapan anak di Kota Semarang Jawa Tengah harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo.

Mirisnya, anak-anak yang dirawat tersebut berusia antara tujuh tahun hingga 15 tahun.

"Kebanyakan kecanduan gawai karena gim daring (game online)," kata Psikolog Klinis RSJD Amino Gondohutomo Sri Mulyani seperti dilansir Antara di Semarang, Kamis (31/10/2019).

Ia mengungkapkan delapan anak yang dirawat tersebut harus dirawat dan menjalani terapi, karena kondisi kejiwaannya yang kerap mengeluarkan amarah saat gawai diambil pun sudah tidak bisa diajak komunikasi karena sibuk dengan gawainya.

Baca Juga:Penderita Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Game Online

Beberapa ciri umum kecanduan gawai pada anak antara lain, lupa belajar, lupa mengerjakan pekerjaan rumah (PR), bangun selalu kesiangan, sering membolos sekolah, kemudian tidak mau lepas dari gawai dan marah ketika gawai diambil.

"Mengganggu aktifitas sehari-hari, kalau sudah sampai adiksi (candu) harus segera diobati. Kondisinya sudah tidak bisa diberitahu, mau tidak mau harus dengan obat untuk menenangkan," ujarnya.

Selain obat, kata dia, ada terapi perilaku dan pemeriksaan kondisi selama 21 hari.

Menurut Sri, jika orang tua melihat perilaku anak sudah mulai menunjukkan kecanduan gawai, maka langkah awal yang bisa dilakukan adalah membawa ke psikiater terlebih dulu.

"Penanganan harusnya ke psikiater, dokter jiwa, ada obat-obatan agar anak tenang. Setelah kondisi baik maka dilakukan terapi psikologis," katanya.

Baca Juga:Diduga Kecanduan Game Online, Wawan Alami Gangguan Jiwa

Ia menyebutkan permasalahan kecanduan gawai pada anak banyak terjadi, namun orang tua ada yang masih berpikiran RSJ untuk orang gila atau gangguan jiwa akut saja. Padahal jika anak sudah menunjukkan kecanduan gawai, harus dibawa ke dokter jiwa atau psikiater agar tidak semakin parah.

"Banyak orang tua tidak menyadari anak ketergantungan gawai, apalagi harus datang ke RSJ. Stigmanya masih gitu," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak