Pembangunan Besar-besaran Bikin Permukaan Tanah Semarang Amblas Tiap Tahun

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Sih Rianung mengatakan, penurunan tanah yang paling parah terjadi di sepanjang Kali Semarang.

Chandra Iswinarno
Selasa, 04 Februari 2020 | 19:48 WIB
Pembangunan Besar-besaran Bikin Permukaan Tanah Semarang Amblas Tiap Tahun
Permukaan tanah ambles di Kawasan Kaligawe Kota Semarang. [Suara.com/Dafi Yusuf]

SuaraJawaTengah.id - Penurunan permukaan tanah di Kota Semarang menjadi ancaman serius. Selain permukaan air laut yang mengalami kenaikan, pada saat yang bersamaan, amblasnya permukaan tanah di beberapa wilayah Kota Semarang juga menjadi ancaman.

Pakar Tata Kota Universitas Dianuswantoro Bambang Setyono mengatakan, amblasnya permukaan tanah di Kota Semarang disebabkan karena menjamurnya bangunan-bangunan besar seperti hotel, mal, pusat perbelanjaan dan pabrik.

"Beberapa kawasan di sepanjang Kota Semarang memang mengalami amblas," katanya, Selasa (4/2/2020).

Menurut catatannya, hampir setiap tahun beberapa daerah seperti di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Bandarharjo, Semarang, Johar, Kemijen dan Boom Lama permukaan tanahnya sudah mulai amblas.

Baca Juga:Di Kota Semarang, Beli Cabai Rawit Rp 10 Ribu Cuma Dapat 10 Biji

"Permukaan tanah yang amblas tidak merata. Ada yang satu meter dalam satu tahun dan ada pula yang kurang maupun lebih. Namun setiap tahunnya sudah dipastikan pasti mengalami permukaan tanahnya amblas," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Sih Rianung mengatakan, penurunan tanah yang paling parah terjadi di sepanjang Kali Semarang.

"Salah satu faktor amblasnya tanah itu karena banyak pengambilan tanah yang tidak terkendali. Misal banyak sumur bor yang ada di pabrik maupun hotel di sekitar daerah tersebut," katanya.

Dari pantauannya selama ini, di kawasan Kali Semarang permukaan tanah mengalami penurunan tanah sekitar 10 centimeter. Untuk itu, pihaknya sudah berupanya untuk membendung air di setiap hulu hingga hilir sungai.

Dampak dari penurunan tanah tersebut membuat sisitem grafitasi air sungai yang di dinuang ke laut tidak normal. Menurutnya, pelarangan adanya sumur bor adalah salah satu solusi agar permukaan tanah tidak ambles.

Baca Juga:Marak Intoleransi, Uskup Agung Semarang Minta Ini ke Institusi Pendidikan

"Kita sudah mengimbau kepada semua industri untuk tidak memakai sumur bor," katanya.

Kontributor : Dafi Yusuf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak