Warga Kebumem Meninggal karena Positif Corona? Bupati Tunggu Hasil Lab

Pebriansyah Ariefana
Warga Kebumem Meninggal karena Positif Corona? Bupati Tunggu Hasil Lab
Orang-orang dengan mengenakan masker berjalan melewati Flinders Street Station, setelah kasus virus corona dipastikan muncul, di Melbourne, Victoria, Australia (29/1/2020). (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm)

Informasi itu sudah terlanjur menyebar hingga publik Kebumen resah.

SuaraJawaTengah.id - Beredar informasi di media sosial terkait adanya warga Kebumen Jawa Tengah yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Kabupaten Banyumas karena positif virus corona.

Padahal Kementerian Kesehatan melalui RSUD Margono belum memberikan keterangan resmi terkait riwayat penyakit pasien itu karena harus menunggu hasil laboratorium. Namun informasi itu sudah terlanjur menyebar hingga publik Kebumen resah.

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto membenarkan ada warga Kecamatan Karangsambung Kebumen yang meninggal di RSUD Margono, Sabtu (14/3/2020) lalu. Namun ia meminta masyarakatnya agar tenang karena belum tentu korban meninggal karena Corona. Apalagi korban punya riwayat penyakit lain sebelumnya. Penyakit korban baru bisa disimpulkan setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel pasien keluar dalam waktu dekat ini.

"Sampai saat ini belum ada hasil lab," katanya

Kendati demikian, sebagai langkah preventif, pihaknya melalui Dinas Kesehatan telah melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien meninggal. Penyemprotan ini dilakukan untuk membunuh bakteri jahat yang mungkin ada di tempat itu.

Ia pun meminta masyarakat, tetutama di lingkungan tempat tinggal pasien meninggal agar tidak takut berlebihan. Meski warga diimbau tetap waspada dan tidak menganggap remeh ancaman virus itu.

"Insya Allah (Kebumen) masih terbebas dari Corona,"katanya

Arif mengatakan, di daerahnya ada seorang mahasiswi yang pulang dari Wuhan China. Ia menjadi salah satu mahasiswa dari Indonesia di Wuhan yang dipulangkan dan sempat menjalani karantina di Natuna. Namun ia memastikan warganya itu negatif virus corona. Ada juga warga asal Kecamatan Buayan yang sempat diisolasi di RS Margono usai pulang dari Taiwan beberapa waktu lalu. Namun ia pun memastikan pasien itu dinyatakan negatif dari hasil uji lab.

Dengan demikian, pihaknya tinggal menunggu hasil uji laboratorium terhadap pasien meninggal asal Kecamatan Karangsambung Kebumen yang diharapkannya negatif Covid 19.

Menyikapi kasus Corona, Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menggelar Rapat Koordinasi lintas sektor, Sabtu (14/3) lalu. Rakor itu menghasilkan sejumlah keputusan sebagai upaya pencegahan masuknya virus Corona.

Kegiatan Car Free Day (CFD) ditiadakan sejak hari Minggu (15/3). Pemkab juga memerintahkan agar kegiatan study tour atau dharmawisata siswa keluar Kebumen ditunda pelaksanaannya. Perlombaan keluar Kebumen semisal Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) juga ditunda. Selain itu, kegiatan even pariwisata yang mengundang pihak lain dari luar Kebumen agar ditunda. Termasuk kunjungan dinas keluar Kebumen, khususnya ke kota yang wilayahnya sudah terdampak atau berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Corona.

Pemkab juga meliburkan sekolah di semua tingkat, dari TK sampai Perguruan Tinggi di Kebumen selama 14 hari ke depan mulai hari ini, Senin (16/3).

"Apabila ada masyarakat suhu badan lebih dari 38 derajat C, dengan gejala seperti flu, bahkan sesak nafas, agar menghubungi fasilitas kesehatan terdekat,"katanya

Caption Rapat Koordinasi lintas sektor Pemkab Kebumen Jawa Tengah Sabtu (14/3/2020) lalu.

Kontributor : Khoirul

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS