Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelar Dangdutan, Polisi Tetapkan Wakil Ketua DPRD Tegal Jadi Tersangka

Budi Arista Romadhoni Senin, 28 September 2020 | 17:40 WIB

Gelar Dangdutan, Polisi Tetapkan Wakil Ketua DPRD Tegal Jadi Tersangka
Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari menunjukkan barang bukti kasus usai memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan tersangka Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo di Mapolres setempat, Senin (28/9/2020). (Suara.com/F Firdaus)

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo terancam satu tahun penjara, selain itu Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Joeharno turut dicopot dari jabatannya

SuaraJawaTengah.id - ‎Polisi akhirnya menetapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo (WES) sebagai tersangka buntut penyelenggaraan hajatan dan konser dangdut yang menuai sorotan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo dalam rilis kasus di Mapolres setempat, Senin (28/9/2020).

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan penyitaan barang bukti dan juga melakukan gelar perkara pada hari ini, maka kami melakukan penetapan tersangka terhadap saudara WES," ujar Rita.

Menurut Rita, Wasmad ditetapkan sebagai tersangka karena melaksanakan hajatan pernikahan dan khitanan dengan mengundang tamu serta ada hiburan yang dihadiri ribuan orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang bersangkutan juga tidak mengindahkan peringatan yang diberikan petugas berwenang," tandasnya.

Rita mengatakan, Wasmad dikenakkan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinan Kesehatan Jo Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Ancaman hukuman tertinggi satu tahun penjara dan atau denda sebesar Rp100 juta," tandas Rita.

Sebelumnya, kepolisian melakukan penyelidikan hajatan dan konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo di tengah pandemi Covid-19.

Tangkapan layar unggahan di Instagram. (Instagram/@memoefriantto).
Tangkapan layar unggahan di Instagram. (Instagram/@memoefriantto).

Penyelidikan dilakukan setelah acara yang digelar di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan, Rabu (23/9/2020) itu viral di media sosial karena menimbulkan kerumunan massa.

Dalam penyelidikan itu, penyidik sudah memeriksa 18 orang saksi. Selain itu, ‎sejumlah alat bukti juga sudah dikumpulkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait