facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Antisipasi Klaster Keluarga, Ini Kebiasaan yang Harus Diubah

Budi Arista Romadhoni Rabu, 07 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Antisipasi Klaster Keluarga, Ini Kebiasaan yang Harus Diubah
Ilustrasi keluarga dan corona

Klaster keluarga menjadi penyebaran Covid-19 paling cepat di Jawa Tengah

SuaraJawaTengah.id - Klaster keluarga paling mudah terjadinya penularan Covid-19. Butuh kesadaran untuk mencegah terjadinya klaster tersebut. 

Sebagai upaya pencegahan munculnya klaster keluarga, sejumlah kebiasaan baru perlu dilakukan di rumah.

Penanggung jawab/Koordinator Tim Kesehatan Badan Pengembangan SDM Daerah Jateng, dr Liza Suryani Dewi mengatakan, membersihkan diri dengan cara mandi usai berkegiatan di luar sebelum berkumpul dengan anggota keluarga di rumah merupakan hal yang harus dilakukan.

"Sebelum masuk rumah, sebaiknya mencuci tangan dahulu di luar. Setelah itu bisa langsung ke kamar mandi untuk mandi membersihkan diri. Tak hanya bilas saja, tapi  harus mandi menggunakan sabun dan keramas," ujarnya, dilansir dari Ayosemarang.com.

Baca Juga: Bukan Keluarga, Ini Klaster Terbanyak Penyumbang Kasus Covid-19 di Bekasi

Dr Liza menambahkan, untuk pakaian yang telah digunakan beraktivitas dari luar harus dipisahkan dengan pakaian lainnya yang belum digunakan untuk kemudian bisa dicuci.

"Jadi hal tersebut memang harus dibiasakan. Meski awalnya sulit. Tapi lama-lama akan terbiasa. Ini sebagai upaya kita melindungi anggota keluarga kita di rumah," katanya.

Selain itu, diperlukan pula kerja sama dari anggota keluarga lainnya untuk saling mengingatkan kepada anggota keluarga lainnya untuk menjaga kebersihan usai beraktivitas di luar rumah.

Selain itu berkumpul dengan anggota keluarga sekarang ini juga harus diperhatikan. Karena di dalam keluarga itu ada kedekatan seperti saling peluk, dan lainnya.

"Jadi jika ada anggota keluarga yang kurang sehat, sebaiknya tidak harus ikut berkumpul dulu dengan menjaga jarak dahulu," ucapnya.

Baca Juga: Muncul Kluster Covid-19 di Takziah, Dinkes: Jangan Cipika-cipiki

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait