alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Niat Pulang ke Tegal, Pemuda Ini Malah Belajar Pertanian Sampai ke Jepang

Budi Arista Romadhoni Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:17 WIB

Niat Pulang ke Tegal, Pemuda Ini Malah Belajar Pertanian Sampai ke Jepang
Mohamad Tarmuji. (Suara.com/F Firdaus)

Pemuda asal tegal ini sebelumnya menjadi karyawan swasta di Ibukota, namun akhirnya ia memutuskan untuk pulang dan menjadi petani

SuaraJawaTengah.id - Tak banyak anak muda yang berminat menggeluti dunia pertanian. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Mohamad Tarmuji, warga Desa Dukuhwaru, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

Di saat kebanyakan anak muda berkeinginan untuk bekerja di kantor atau pabrik, pemuda 24 tahun itu justru memilih menjadi petani untuk membantu orang tuanya dan memajukan pertanian di desanya.

‎Tarmuji bahkan rela ‎berhenti bekerja di sebuah pabrik pembuat sepeda motor di Jakarta pada 2016. Dia tidak ingin usia produktifnya dihabiskan hanya menjadi karyawan kontrak.

‎"Waktu itu saya berpikir, kalau saya kerja terus di pabrik dengan sistem kontrak, nanti kalau habis kontrak dan tidak diperpanjang, saya ‎bingung karena tidak punya skill. Saya juga ingin membantu orang tua saya bertani," ujarnya kepada Suara.com, Rabu (28/10/2020).

Berbekal uang tabungan dan pesangon dari perusahaan tempatnya pernah bekerja sebesar Rp15 juta, Tarmuji ‎pulang kampung ke Tegal dan memulai bertani. Awal-awal dia kerap menuai kegagalan.

‎"Awal-awal belajar dari youtube. Waktu itu saya mikirnya bertani itu mudah, ternyata tidak semudah yang dipikirkan. Sehingga gagal dan rugi terus sampai modal habis," katanya.

Lantaran berkali-kali gagal, Tarmuji sempat putus asa dan memutuskan kembali ke Jakarta‎ untuk mencari pekerjaan. Di Ibu Kota, dia sempat ikut kakaknya berjualan nasi goreng dan berjualan telur dari warung ke warung.

"‎Di Jakarta saya mondar-mandir cari pekerjaan tidak dapat-dapat. Akhirnya kerja apa saja, serabutan," tutur dia.

Pada 2017, Tarmuji kembali pulang ke Tegal dan kembali meneruskan keinginannya menjadi petani. Dia lebih dulu beternak cacing yang digunakan untuk mengolah kotoran hewan menjadi pupuk.

"Saya sempat dibuli tetangga-tetangga. Jauh-jauh dari Jakarta cuma beternak cacing. Tapi itu jadi semangat saya," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait