alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kunjungi Posko Merapi, BNPB Serahkan 2.500 Unit Rapid Test Antigen

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 20 November 2020 | 12:56 WIB

Kunjungi Posko Merapi, BNPB Serahkan 2.500 Unit Rapid Test Antigen
Kepala BNPB Doni Monardo mengunjungi posko pengungsian warga Merapi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Jumat (20/11/2020). (Suara.com/Angga Haksoro Ardi)

BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai ke pemerintah di 4 kabupaten, Magelang, Sleman, Boyolali, dan Klaten senilai Rp1 miliar

SuaraJawaTengah.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengunjungi posko pengungsian Merapi di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020).

Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan kunjugan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi ancaman erupsi Merapi.

“Bapak Presiden selalu mengingatkan, ketika ada bencana pemerintah harus hadir. Inilah bukti nyata dari kehadiran pemerintah pusat di daerah untuk memberikan perlindungan lebih baik,” kata Doni Monardo.

Pada kesempatan ini BNPB memberikan bantuan dana siap pakai ke pemerintah di 4 kabupaten, Magelang, Sleman, Boyolali, dan Klaten senilai Rp1 miliar.

Dana tersebut digunaka untuk mendukung kegiatan pelayanan terhadap pengungsi, terutama kesediaan air bersih, sanitasi, serta bahan makanan.

“Khususnya terhadap kelompok yang relatif rentan, lansi, ibu hamil dan menyusui, serta balita dan penyandang disabilitas,” ujar Doni.

Selain bantuan dana, BNPB juga menyerahkan bantuan berbentuk barang berupa hand sanitizer, masker, 2.500 unit perangkat rapid test antigen. Perangkat rapid test akan digunakan untuk memeriksa kelompok relawan yang masuk ke lokasi pengungsian.

“Digunakan untuk screening terhadap kelompok-kelompok yang akan memberikan bantuan. Kami berharap pengungsian ini tidak terlalu banyak dikunjungi oleh mereka yang secara fisik bisa menulari.”

Pada kesempatan ini, Kepala BNPB juga meminta informasi seputar situasi Gunung Merapi disampaikan melalui satu sumber yaitu Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).    

Menurut Doni Monardo, BPPTKG telah memiliki teknologi modern yang bisa menjadi rujukan mengawasi Merapi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait