"Tentu kita akan lihat juga situasi dan kondisi kasus Covid-19 di daerah itu. Selain itu, persiapan protokol kesehatan sekolah seperti apa. SOP (standar operasional prosedur) yang disiapkan bagaimana? Selain itu, harus ada kesepakatan antara sekolah dengan wali murid, terkait siswa berangkat ke sekolah," terang Ganjar.
Ganjar menambahkan, saat ini ada 34 SMA dan SMK di Jateng yang sudah menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Ke-34 sekolah yang dibuka lagi itu terdiri dari 16 SMA dan 18 SMK yang tersebar di 13 cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng.
Simulasi PTM ini, lanjut Ganjar akan semakin diperluas di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Adapun tujuan pelaksanaan simulasi untuk melihat kesiapan sekolah dalam menggelar PTM pada masa pandemi.
Selain itu, jika nanti sekolah di Jateng diizinkan untuk dibuka, Ganjar masih memiliki beberapa skenario terkait apakah pembukaan akan digelar serentak atau secara bertahap.
Baca Juga:Survei KPAI: Kebanyakan Sekolah Belum Siap Belajar Tatap Muka
"Opsi pertama sekolah dibuka secara bertahap dengan jumlah siswa terbatas dan pola sif. Opsi kedua, dibuka serentak, siswanya terbatas dan polanya bergiliran," tutup Ganjar.
Reporter: Aditia Ardian