Heran dengan Gerakan Dzikir Peziarah Makam, Warganet Ini Bertanya-tanya

"Guys mau tanya dong? Aku sebagai orang awam yang enggak ngerti, mereka itu alirannya apa sih kok berisik dan heboh ya? Dzikir semacam ini emang diperbolehkan?" tanya dia.

Farah Nabilla
Minggu, 03 Januari 2021 | 11:15 WIB
Heran dengan Gerakan Dzikir Peziarah Makam, Warganet Ini Bertanya-tanya
Peziarah makam Sunan Kalijaga dzikir keras. (TikTok/@lydiiaaa_)

Desember 2017 lalu, Muhammad Ilham (40), salah seorang pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Padang bercerita, Naqsabandiyah dibawa ke Padang oleh Syekh Tahib yang menuntut ilmu di Makkah selama 25 tahun.

Tarekat ini tidak hanya ada di Kota Padang, tetapi juga ada di wilayah Solok, Payakumbuh, dan Pasaman. Penyebaran tarekat ini dilakukan dengan menurunkan ilmu suluk dari guru besar kepada murid-muridnya di surau.

Menurut dia, kecuali penetapan Ramadhan, tidak ada perbedaan dalam tata cara beribadah di Tarekat Naqsabandiyah. Seluruhnya dilaksanakan seperti yang tercantum dalam Alquran dan hadits.

Karena perbedaannya dalam memutuskan waktu Ramadhan, beberapa kali Tarekat Naqsabandiyah didatangi oleh Kementerian Agama.

Baca Juga:Kerajaan Demak: Sejarah Hingga Peninggalannya

"Tarekat Naqsabandiyah bukanlah ajaran sesat, Islam sangat menghargai keragaman. Pun Tarekat Naqsabandiyah. Jangan sampai perbedaan ini memecah belah umat," ujar Ilham.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini