Dia mengaku sudah satu bulan menggunkan aplikasi tersebut. Meski bisa berkenalan dengan perempuan baru, namun tak jarang juga dia menemui sesama laki-laki yang juga bermain di OmeTV.
"Kan sistemnya acak ya, jadi kita ndak bisa ngatur. Aplikasi itu yang mengatur kita bertemu dengan siapa," ucapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Hafidz. Dia mengaku tertarik dengan OmeTV karena penasaran karena aplikasi tersebut sering diperbincaangkan ketika sedang nongkrong dengan teman-temannya.
"Saya penasaran, akhirnya download," katanya.
Baca Juga:6 Jam Kabur, Pembunuh Wanita Dalam Lemari Hotel Royal Phoenix Diringkus
Meski demikian, dia mengaku masih tak tau banyak soal OmeTV. Pasalnya, selama dia menggunkan aplikasi tersebut banyak bbertemy dengan sesama laki-laki. Hal itu membuatnya bosan karena tak sesuai harapan.
Beberapa temannya yang lain juga mengalami hal yang sama. Teman-temannya terset lebbiih sering bertemu secara online dengan laki-laki timbang dengan perempuan.
"Teman saya juga sama, jarang bertemu dengan cewek," imbuhnya.
Psikolog
Psikolog asal Semarang, Probowarie Tjondronegoro mengatakan, selama pandemi banyak muda-mudi yang berkonultasi ke kliniknya. Rata-rata mereka merasa tertipu ketika terlibat hubungan cinta virtual.
Baca Juga:Warga Tambaklorok Semarang Rasakan Getaran Misterius Ketika Tengah Malam
"Ya, selama pandemi memang banyak remaja yang berkonsultasi ke klinik saya terkait hubungan cinta virtual mereka," jelasnya saat dihubungi, Senin (15/2/2021).