alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Vaksinasi di Jawa Tengah, Ganjar Minta Kepala Daerah Serius Mengawal

Budi Arista Romadhoni Selasa, 23 Februari 2021 | 08:40 WIB

Vaksinasi di Jawa Tengah, Ganjar Minta Kepala Daerah Serius Mengawal
Ilustrasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bupati atau wali kota serius mengawal vaksinasi Covid-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah memasuki gelombang kedua, kepala daerah bupati/wali kota diminta serius mengawal

SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi Covid-19 gelombang kedua telah dimulai sejak Senin (22/2/2021). Selain itu vaksin juga sudah dikirim ke berbagai daerah di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh Bupati/Wali Kota di Jawa Tengah mengawal percepatan proses vaksinasi Covid-19.

Selain itu, untuk sejumlah daerah yang masih rendah capaian vaksinasi Covid-19, Ganjar meminta segera melakukan konsultasi kepada Pemprov Jawa Tengah.

"Kita prioritas pada percepatan vaksinasi, jadi saya minta seluruh Bupati/Wali Kota mengawal proses percepatan ini. Tadi ada laporan beberapa daerah yang capaiannya masih rendah, terendah Kabupaten Pekalongan. Setelah dikonfirmasi, ternyata ada data Kabupaten Pekalongan yang masuk Kota Pekalongan," kata Ganjar, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Filipina Tidak Merekomendasikan Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Nakes

Dalam rapat tersebut disampaikan, capaian vaksinasi di sejumlah daerah untuk batch pertama masih cukup rendah.

Diantaranya Kabupaten Pekalongan 57,82%, Brebes 71,60% dan Tegal 73,65%. Sementara beberapa daerah lain sudah melebihi target, diantaranya Kudus 102,82%, Pati 101,58% dan Boyolali 100,16%.

"Tadi sudah disepakati untuk semuanya melakukan percepatan agar vaksinasi tahap selanjutnya bisa segera dilaksanakan. Apalagi, untuk vaksin yang batch kedua sebesar 1 juta dosis itu juga sudah kami kirim ke Kabupaten/Kota, saya harap ayo dipercepat karena untuk pelayan publik seperti ASN dan lainnya lebih gampang karena sudah terdata," terangnya.

Dengan terselesaikannya jatah vaksin batch pertama itu, maka penanganan selanjutnya akan lebih mudah. Apalagi, pada vaksinasi tahap kedua ini, ada masyarakat umum yang dilibatkan.

"Ini membutuhkan treatment lebih besar, mengingat datanya harus diverifikasi dan divalidasi dengan benar. Belum lagi sekitar Mei nanti, akan ada pengiriman beberapa jenis vaksin yang berbeda merk. Ini harus disiapkan skenarionya, jangan sampai ada masyarakat yang disuntik beda vaksin pada penyuntikan pertama dan kedua," tegasnya.

Baca Juga: Besok, Puluhan Jurnalis di Solo Disuntik Vaksin Sinovac

Ganjar menegaskan, pihaknya menargetkan ada 1000 orang yang divaksin dalam sehari untuk proses vaksinasi tahap kedua ini. Jika memungkinkan, target itu diminta ditambah agar proses vaksinasi bisa lebih cepat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait