Berikan Cap Jempol Darah, DPC Partai Demokrat Sragen Tolak Moeldoko

Cap Jempol Darah diberikan sebagai simbol kesetiaan terhadap AHY, dan menolak Moeldoko sebagai ketua umum versi KLB

Budi Arista Romadhoni
Senin, 08 Maret 2021 | 13:55 WIB
Berikan Cap Jempol Darah, DPC Partai Demokrat Sragen Tolak Moeldoko
Suasana KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, JUmat (5/3/2021). [Suara.com/Muhlis]

SuaraJawaTengah.id - Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat mendapat respon dari kader-kader dari daerah. Mereka, kebanyakan menolak kongres yang dianggap abal-abal itu. 

Di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sragen, sekitar 50 pengurus menggelar cap jempol darah sebagai simbolisasi untuk menolak hasil KLB tersebut. 

Dilansir dari Solopos.com, aksi cap jempol darah itu dipimpin Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi.

Dalam orasinya, Budiono menegaskan semua pengurus dan anggota Partai Demokrat Sragen kompak menolak KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Baca Juga:Partai Politik Dikudeta, Usai Demokrat Pengamat Sebut PDI-P dan Gerindra

"Kami menolak KLB karena itu ilegal. Kami juga menolak Moeldoko karena dia kami anggap bukan bagian dari Partai Demokrat," papar Budiono Rahmadi kepada wartawan di lokasi, Senin (8/3/2021).

Sebelum cap jempol darah, pengurus dan anggota DPC Partai Demokrat Sragen berteriak kompak,

"Ganyang Moeldoko."

Ketua DPC Partai Demokrat Sragen Budiono Rahmadi membubuhkan cap jempol darah sebagai bukti loyalitas kepada AHY di halaman kantor DPC setempat, Senin (8/3/2021). [ddSolopos-Moh. Khodiq Duhri]
Ketua DPC Partai Demokrat Sragen Budiono Rahmadi membubuhkan cap jempol darah sebagai bukti loyalitas kepada AHY di halaman kantor DPC setempat, Senin (8/3/2021). [Solopos-Moh. Khodiq Duhri]

Kembali Berjaya

Sebaliknya, mereka menyatakan dukungannya kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai yang sah. Mereka merasa yakin di tangan AHY, Partai Demokrat akan kembali berjaya.

Baca Juga:Cap Moeldoko Ilegal, AHY Bawa Bukti 5 Kontainer Dokumen KLB ke Kemenkumham

"Besarnya Partai Demokrat tidak bisa dilepaskan dari sosok Pak SBY [Soesilo Bambang Yudhoyono]. Demokrat pernah menang. Pak SBY pernah jadi presiden dua periode. Bersama AHY, Demokrat akan berjaya lagi. Jadi, ganyang Moeldoko sekarang juga," teriak Budiono.

Seusai berorasi, Budiono menjadi yang pertama membubuhkan cap jempol darah pada poster berwarna putih. Ia merelakan darah keluar dari jempolnya setelah ditusuk jarum. Proses pengambilan darah itu dilakukan oleh tenaga medis salah satu rumah sakit di Sragen.

Setelah Budiono, semua pengurus DPC Partai Demokrat dan anggota yang berjumlah sekitar 50 orang bergantian untuk mengikuti cap jempol darah.

"Cap jempol darah itu menunjukkan loyalitas kita sebagai kader Partai Demokrat yang setia kepada Pak SBY dan Mas AHY," terang Budiono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak