- BRI Cabang Blora melaksanakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi bagi seluruh pekerja pada Jumat, 17 April 2026.
- Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan staf dalam menjalankan prosedur keselamatan dan evakuasi secara cepat saat gempa.
- Pelatihan ini menguatkan manajemen kelangsungan usaha untuk mengamankan aset, data nasabah, serta sistem operasional pasca bencana.
SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Blora mengambil langkah proaktif dalam mitigasi risiko bencana dengan menggelar Pelatihan Gabungan Manajemen Kelangsungan Usaha. Kegiatan yang diisi dengan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi ini dilaksanakan secara serius pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, mulai dari jajaran pimpinan hingga staf, terhadap potensi ancaman gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Simulasi ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam menjamin keselamatan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan layanan perbankan yang krusial bagi masyarakat.
Branch Office Head BRI Blora, Ahmad Zakaria, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan investasi penting bagi ketahanan operasional kantor.
Baca Juga:BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay Melalui Lebih dari 19 Ribu Jaringan ATM & CRM
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai prosedur darurat adalah kunci untuk meminimalkan dampak buruk saat bencana benar-benar terjadi.
"BRI menggelar Pelatihan Gabungan Manajemen Kelangsungan Usaha dengan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi pada Jumat, 17 april 2026, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pekerja terhadap potensi bencana gempa bumi," ujar Ahmad Zakaria dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (22/4/2026).
Dalam simulasi tersebut, para pekerja dilatih untuk melakukan prosedur standar keselamatan saat gempa terjadi, seperti berlindung di bawah meja (drop, cover, and hold on), melakukan evakuasi secara teratur menuju titik kumpul (assembly point) yang aman, hingga penanganan pertama pada korban luka.
Skenario dibuat serealistis mungkin untuk membangun respons yang cepat dan tepat.
Lebih dari sekadar evakuasi fisik, pelatihan ini juga menekankan aspek Manajemen Kelangsungan Usaha atau Business Continuity Management (BCM).
Baca Juga:BRI Tetapkan Recording Date 22 April 2026, Dividen Rp52,1 Triliun
Para peserta diberi pemahaman mengenai cara mengamankan aset vital, data nasabah, dan sistem operasional perbankan agar layanan dapat segera pulih pasca-bencana. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi lokal.
"Melalui kegiatan ini, BRI berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana gempa bumi yang berisiko terjadi di wilayah sekitar kantor," tambah Zakaria.