Mudik Dilarang, Ini Harapan Pelaku Wisata di Magelang

Pengelola destinasi wisata Kabupaten Magelang, meminta keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 tidak dibarengi penutupan lokasi wisata.

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 27 Maret 2021 | 18:22 WIB
Mudik Dilarang, Ini Harapan Pelaku Wisata di Magelang
Caption: Pengunjung Daya Tarik Wisata (DTW) Ketep Pass, Kabupaten Magelang wajib menjalani prosedur kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. [Dok. DTW Ketep Pass]

SuaraJawaTengah.id - Pengelola destinasi wisata Kabupaten Magelang, meminta keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 tidak dibarengi penutupan lokasi wisata. 

Menurut Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi DTW Ketep Pass, Edward Alfian, pihaknya mematuhi aturan pemerintah yang melarang mudik pada 6-17 Mei 2021.

Edward memastikan larangan mudik akan mengurangi jumlah wisatawan selama libur Lebaran.

Padahal, masa Lebaran, Natal dan Tahun Baru, serta liburan sekolah adalah masa panen bagi para pelaku usaha wisata. 

Baca Juga:Kisahnya Bikin Haru, Warga Magelang Ditemukan Usai 30 Tahun Hilang

“Kami memahami ada kecenderungan penularan virus yang signifikan dan varian (virus) baru. Kami pengelola wisata di bawah Pemkab Magelang, akan mengindahkan itu (aturan larangan mudik),” kata Edward kepada SuaraJawaTengah.id, Sabtu (27/3/2021). 

Edward memprediksi, jumlah pengunjung Ketep Pass selama libur Lebaran tetap banyak, sesuai batas kuota yang diizinkan selama pandemi.

“Warga sekitar pasti tetap berwisata. Kami batasi maksimal di 2.500 pengunjung setiap hari,” ujar Edward. 

Sebelum pandemi jumlah wisatawan ke Ketep Pass pada musim libur Lebaran mencapai 4 ribu-5 ribu wisatawan per hari. Pada libur lebaran beberapa tahun lalu, bahkan peranah mencapai 8 ribu pengunjung per hari.

“Kami tetap akan mempersiapkan protokol kesehatan sedemikian rupa karena libur Lebaran pasti tetap ramai. Kemungkinan besar masyarakat lokal tetap akan berwisata.”

Baca Juga:Tanggapan Sandiaga saat Ditanya Survei Capres di Atas Prabowo

Edward meminta pemerintah tidak kembali memberlakukan aturan menutup tempat wisata untuk mencegah penularan Covid-19. Banyak alternatif mencegah penyebaran virus selain menutup tempat wisata.  

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini