alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Sate Jamu, Makanan Berbahan Daging Anjing yang Populer di Kota Solo

Ronald Seger Prabowo Minggu, 18 April 2021 | 09:59 WIB

Kisah Sate Jamu, Makanan Berbahan Daging Anjing yang Populer di Kota Solo
Ilustrasi spanduk kuliner sate jamu di Soloraya. [Solopos.com/Youtube]

Masakan daging anjing menjadi bagian dari tradisi kuliner di Kota Bengawan.

SuaraJawaTengah.id - Bagi warga Kota Solo dan sekitarnya, kuliner bernama Sate Jamu tentu bukan hal asing di telinga. Kuliner itu mudah ditemukan karena tersebar di jalan-jalan besar di Kota Bengawan.

Masakan sate 'guguk' atau anjing itu tak hanya dijajakan di warung tenda kaki lima. Namun beberapa juga membuka warung layaknya rumah makanan.

Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Minggu (18/4/2021), Dog Meat Free Indonesia pada 2019 mencatat setidaknya ada 82 warung makan yang menyediakan olahan daging anjing di Kota Solo. 

Saat Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota Solo, Pemkot sering mendapat protes dari masyarakat tentang keberadaan kuliner ekstrem tersebut. Sebab, banyak orang yang tertipu dengan penamaan olahan daging anjing dengan sebutan sate jamu.

Baca Juga: Gibran Antusias Banjir Kritikan dan Keluhan di Medos, Kok Bisa?

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Solo di era Jokowi, Subagiyo, mengatakan dulu banyak orang tertipu dengan istilah sate jamu.

"Saat itu banyak rombongan pengajian dari luar kota masuk ke warung sate jamu. Dikira jamu untuk obat ternyata daging anjing," kata Subagiyo.

Hal tersebut kemudian menuai protes hingga akhirnya Pemkot Solo pada 2007 mengeluarkan surat edaran agar para pedagang tidak menggunakan kata sate jamu yang dianggap menyesatkan.

Pedagang diminta menggunakan kata guguk atau anjing dan memasang gambar kepala anjing pada spanduk di depan warung.

Proses Pengolahan

Baca Juga: Sindir Gibran Rakabuming, Netizen ke Said Didu: Benci Boleh, Bodoh Jangan

Proses pengolahan daging anjing menjadi sengsu di warung yang berada di Solo itu diawali dengan memilih bahan baku utama, yaki anjing yang masih muda. Daging anjing muda dipilih karena teksturnya yang empuk.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait