alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pantau Arus Mudik Lebaran, Ganjar: Banyak yang Nekat

Budi Arista Romadhoni Selasa, 04 Mei 2021 | 15:00 WIB

Pantau Arus Mudik Lebaran, Ganjar: Banyak yang Nekat
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pengecekan posko penyekatan larangan mudik 2021 di pintu tol Kalikangkung, Selasa (4/5/2021). [Dok Pemprov Jateng]

Ganjar menyebut sudah ada 3.800 pemudik yang sudah masuk ke Jateng

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan pantauan ke sejumlah lokasi penyekatan arus mudik lebaran 2021, Selasa (4/5/2021). Salah satu lokasi yang dipantau Ganjar adalah gerbang tol Kalikangkung Kota Semarang.

Di lokasi tersebut, Ganjar mengecek kesiapan petugas untuk mengantisipasi adanya pemudik yang masuk ke Jawa Tengah. Sebab, pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan mudik lebaran tahun ini.

Sejumlah persiapan dicek secara detil oleh Ganjar. Diantaranya kesiapan petugas, kesiapan sarana posko penyekatan dan juga posko rapid antigen yang disiapkan untuk screening bagi para pengguna jalan.

"Tolong dipastikan semuanya siap. Kalau ada yang mencurigakan, langsung dibawa ke sini dan dites," kata Ganjar pada petugas.

Baca Juga: Pesantren di Lamongan Sewa 130 Elf dan 8 Bus Angkut Ribuan Santrinya Mudik

Ganjar menerangkan, meski pemerintah melarang mudik, namun masih ada pemudik yang nekat. Dari laporan petugas di lapangan, sampai Senin (3/5/2021) kemarin, sudah ada 3.800 pemudik yang sudah masuk ke Jateng.

"Dugaan saya malam ini dan besok akan jadi puncaknya. Maka ini saya lakukan pengecekan untuk memastikan persiapan menjelang tanggal 6 Mei nanti," katanya.

Ganjar meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudik pada lebaran tahun ini. Aturan-aturan yang telah dibuat pemerintah diharapkan ditaati demi kebaikan bersama.

"Kalaulah harus meninggalkan tempat, tolong pastikan persyaratannya dilengkapi. Kalau tidak penting, lebih baik tinggal di rumah masing-masing. Sebab kemarin kita masih temukan ada banyak yang nekat, menerobos dan justru membahayakan keluarga di rumah," jelasnya.

Ia mencontohkan kasus pemudik di Kabupaten Pati. Akibat satu orang yang nekat mudik dan merasa tidak apa-apa, puluhan orang dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga: Mudik Lebaran di Larang, Bandara Adi Soemarmo Kurangi Jam Operasional

"Sudah banyak contohnya, jadi saya minta masyarakat bersabar. Kita tahu, kalau dari kerumunan yang muncul setiap libur panjang, maka pasti kasus melonjak tinggi. Maka saya minta dukungan masyarakat untuk tidak mudik dulu," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait