alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Meredupnya Bisnis Persewaan Buku di Kota Semarang, Ini Kisahnya

Budi Arista Romadhoni Selasa, 04 Mei 2021 | 16:25 WIB

Meredupnya Bisnis Persewaan Buku di Kota Semarang, Ini Kisahnya
Koleksi buku di kios bekas persewaan buku milik Wahyu [ayosemarang.com/Alfian/Pratiwi]

Bisnis persewaan buku mulai meredup seiring dengan perkembangan zaman

Bahkan, banyak pula calon penyewa yang mencari buku tertentu yang membuat dirinya membeli buku yang dicari itu. Untuk kemudian ia sewakan dengan harga terjangkau. Alhasil, tak sedikit buku baru koleksinya menjadi best sewa.

"Biasanya dulu pernah sampai ada peminjam yang pesan untuk buku komik manga terbaru. Nggak satu dua orang aja. Sampai ada daftar listnya. Bahkan ada yang pinjam satu buku baru hingga beberapa hari," katanya.

Penyewa Nakal

Adapun buku yang kerap jadi the best sewa antara lain, Novel Roman, Novel karya Sir Conan Doyle yakni cerita Sherlock Holmes, Novel karya Agatha Christie. Sementara untuk komik Manga, yang paling dicari antara lain, komik Dragon Ball, One Piece, dan Naruto.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Semarang dan Sekitarnya, Jumat 30 April 2021

Tak hanya kisah suka yang diceritakan Wahyu, kisah duka pun ia ceritakan dalam berbisnis persewaan buku. Dirinya pernah mendapatkan penyewa nakal yang membawa kabur bukunya. Namun ia sadar itu merupakan risiko ia membuka bisnis sewa buku.

"Pernah ada sih yang nyewa terus nggak ngembaliin bukunya, saya cari lewat alamat KTP nggak ketemu. Ya udah risiko sih, sampai ada yang ninggalin KTP sampai udah hangus masa berlakunya," terangnya.

Saat ini, lanjut Wahyu, dirinya hanya berfokus menjual buku-buku koleksi miliknya tersebut yang sudah sudah mencapai kurang lebih 5 ribu buku. Malahan, saat menjadi persewaan buku, koleksi bukunya mencapai kurang lebih 8 ribu buku.

"Sudah sekitar 4 tahun sih buku ini saya jual, nggak tak sewain lagi, saya jual online juga. Soalnya kalau sewa juga susah, kalah sama internet", imbuhnya.

Wahyu pun terpaksa menjual buku koleksinya.dengan harga yang relatif terjangkau. Yakni mulai dari Rp 5 ribu per bukunya. Buku yang ia jual merupakan buku tahun terbit 2000-an, bekas buku yang disewakannya tempo dulu.

Baca Juga: Kisah Warsinah: Mengais Rezeki dari Balik Jeruji Saat Ramadhan

Wahyu berniat menghabiskan buku-bukunya dan tidak stok buku baru untuk dagangnya. Namun sesekali jika ada yang menjual buku bekas ke kiosnya, Wahyu membelinya jika buku tersebut masih bagus dan diminati.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait