Semen Gresik dan Dinkop UKM Jateng Dorong Pengembangan Bisnis Batik Lasem

Semen Gresikmendukung penuh batik Lasem sebagai warisan budaya lokal menjadi produk UKM

Budi Arista Romadhoni
Senin, 10 Mei 2021 | 14:27 WIB
Semen Gresik dan Dinkop UKM Jateng Dorong Pengembangan Bisnis Batik Lasem
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati mengapreasi SG yang antusias dan tanggap untuk berkolaborasi dalam kegiatan pendampingan DNA brand dan pelatihan strategi pengembangan bisnis batik Lasem di tengah persaingan industri kreatif. Sabtu (8/5/2021). [Dok Semen Gresik]

SuaraJawaTengah.id - Semen Gresik (SG) mendukung penuh upaya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah untuk mengangkat batik Lasem sebagai warisan budaya lokal menjadi produk UKM yang memiliki brand dan bernilai bisnis tinggi.

Bentuk support tersebut dengan memfasilitasi dua kegiatan, yaitu Pendampingan DNA Brand Batik Lasem tanggal 6-7 Mei 2021 dan Pelatihan Pengembangan Bisnis Batik Lasem pada 8-9 Mei 2021 yang digelar di Rumah BUMN Rembang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati mengapreasi SG yang antusias dan tanggap untuk berkolaborasi dalam kegiatan pendampingan DNA brand dan pelatihan strategi pengembangan bisnis batik Lasem di tengah persaingan industri kreatif.

Ema melanjutkan, batik Lasem melegenda karena punya corak dan warna yang indah, serta bernuansa multikultural.

Baca Juga:Sabet Gold Champion, Semen Gresik Berjaya di Ajang WOW Brand 2021

Sayangnya, mayoritas produknya hanya sebatas kain belum menjadi fashionyang Ready to Wear. Padahal di masa pandemi ini, orang cenderung menyukai baju.

"Maka kita dorong agar batik Lasem dimanfaatkan untuk  produk  fashionyang siap pakai, bisa model kasual atau blazer," kata Ema dalam siaran persnya, Senin (10/5/2021).

Ditambahkan dia, peserta kegiatan tiap hari ada 15 orang yang berasal dari tiga elemen yaitu komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang punya Jurusan Fashion) dan Rembang Fashion Community.

Konsultan fashion dan desainer kenamaan Lisa Fitria turut dihadirkan sebagai tenaga ahli dalam program pengembangan bisnis batik Lasem ini.

Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen  yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan, Sabtu (08/5/2021). [Dok Semen Gresik]
Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan, Sabtu (08/5/2021). [Dok Semen Gresik]

Kepala Unit Komunikasi dan CSR SG Dharma Sunyata menegaskan, dukungan atas kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial SG sebagai fasilitator dalam meningkatkan kualitas SDM para pelaku UKM batik Lasem sehingga mereka mampu berinovasi saat merambah dunia fashion.

Baca Juga:Apresiasi Kegiatan Sosial Komunitas, Semen Gresik Adakan SGCC 2021

Batik tulis Lasem, kata Dharma, adalah kearifan lokal yang bisa dieksplorasi lebih maksimal. Dia berharap, program pelatihan akan makin  mendongkrak keterserapan produk UKM asal Rembang tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini