Permainan Tradisional Kalah Saing dengan Game Online, Bagaimana Manfaatnya?

Meski sudah mulai ditinggalkan, permainan tradisional memliki manfaat untuk perkembangan otak sang anak

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 Juni 2021 | 08:20 WIB
Permainan Tradisional Kalah Saing dengan Game Online, Bagaimana Manfaatnya?
Festival Permainan Tradisional Alimpaido di halaman kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/3). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

SuaraJawaTengah.id - Anak-anak jaman sekarang lebih tertarik dengan permainan teknologi terbaru. Mereka kini lebih menggemari game online dan meninggalkan permainan tradisional. 

Padahal, banyak sekali jenis permainan tradisional yang populer di masanya dan dimainkan banyak anak-anak. Permainan tradisional pun mengalami pergeseran dan tak banyak lagi dimainkan.

Pengurus Kampoeng Hompimpa Semarang, Ahmad Misbakhul Munir mengatakan, orang tua memiliki peranan yang strategis untuk mengenalkan kembali sejumlah permainan tradisional kepada anak-anak.

"Orang Tua bisa mengurangi pemakaian handphone pada anak mereka dan mulai belajar mengalihkan perhatian anaknya pada jenis mainan jadul. Caranya dengan mengembalikan ingatan pada jenis mainan yang pernah populer pada zaman dulu," kata Munis dilansir dari Ayosemarang.com, Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga:Taman Kota Disulap Jadi Arena Permainan Tradisional

Munir menambahkan, meski jadul, permainan tradisional mempunyai banyak manfaat, salah satunya melatih gerak motorik anak-anak. Selain itu, juga bisa meningkatkan kekompakan, keakraban hingga mengajari anak-anak untuk belajar hal positif lainnya.

"Seperti Halma, Ular Tangga, Kelereng, Engklek, Gasing, dan lainnya juga punya manfaat melatih ketangkasan. Dakon membuat anak belajar berhitung. Jadi memang efeknya sangat positif buat tumbuh kembang anak," imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut berbeda sekali dengan dampak anak bermain handphone. Yang mana dampaknya sangat individualistik, anti sosial dan parahnya lagi bisa membuat kecanduan bagi anak.

Permainan tradisional, lanjut Munir, juga bisa mempererat hubungan anak dengan orangtuanya dengan bermain bersama.  Hal tersebut terlihat kala Komunitas Hompimpa mengadakan kegiatan rutin, yakni sosialisasi permainan jadul di Car Free Day sebelum pandemi.

"Saat kita sosialisasi permainan tradisional itu kita melihat anak sama orang tuanya main bareng, ketawa bareng, seneng bareng. Jadi ternyata dengan permainan tradisional ini bisa memdekatkan orang tua dengan anaknya," katanya.

Baca Juga:Dokter Sebut Minum Jamu Bisa Ringankan Efek Samping Usai Divaksinasi Covid-19

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak