alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Gelar Uji Coba PTM, 18 Guru dan Siswa SMK di Pekalongan Terpapar Covid-19

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:27 WIB

Sempat Gelar Uji Coba PTM, 18 Guru dan Siswa SMK di Pekalongan Terpapar Covid-19
Ilustrasi Klaster Covid-19 di Pekalongan muncul dari dunia pendidikan. Sebanyak 18 guru dan siswa SMK terpapar Corona. (Elements Envato)

Klaster pembelajaran tatap muka di terjadi di Kabupaten Pekalongan, 18 Guru dan Siswa SMK terpapar Covid-19

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 18 orang guru dan siswa SMK Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Tirto, Kabupaten Pekalongan terpapar Covid-19. Sebelum muncul klaster penularan, sekolah sempat menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dan rapat guru.

Kepala Puskesmas Tirto 1 Lisa Irmawati mengungkapkan, klaster penularan tersebut diketahui saat Dinas Kesehatan berencana melakukan rapid test antigen di tujuh sekolah pada Sabtu (5/6/2021), salah satunya di SMK Ma'arif NU Tirto. 

Rapid test antigen dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka yang sebelumnya digelar di tujuh sekolah tersebut.  

"Saat rapid test antigen akan dilakukan, kami mendapat laporan ada guru yang mengalami anosmia (kehilangan penciuman)," kata Lisa, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Covid-19 Melonjak, Wamenkes Dante Minta Warga Ubah Pola Pikir Agar Patuh Prokes

Setelah mendapat laporan itu, Lisa berkoordinasi dengan Puskesmas Wiradesa agar melakukan rapid test antigen karena guru tersebut sedang berada di rumahnya di Kecamatan Wiradesa.

‎"Berdasarkan hasil rapid test antigen yang dilakukan Puskesmas Wiradesa, guru tersebut positif Covid-19," ungkap Lisa.

Menyusul hasil tersebut, langkah tracing dan rapid test antigen akhirnya langsung dilakukan terhadap kontak erat guru yang positif di SMK Ma'arif NU Tirto. Dari 73 orang yang dites swab antigen, 22 orang di antaranya positif Covid-19.

Mereka kemudian ‎dites swab PCR. Hasilnya, sebanyak 17 orang yang terdiri dari11 guru dan enam siswa positif Covid-19. 

"‎Jadi total ada 18 orang yang positif. Terdiri dari 12 guru dan enam siswa," ujar Lisa.

Baca Juga: Masuk Zona Oranye, SMA MH Thamrin Bambu Apus Batal Uji Coba PTM

Menurut Lia, 18 orang tersebut seluruhnya menjalani isolasi mandiri di rumah karena mayoritas tidak memiliki gejala.‎ "Guru yang positif juga isolasi mandiri karena gejalanya termasuk ringan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait