alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Jepara Melonjak, DPR Desak Prokes di Lingkup Industri Diperketat

Budi Arista Romadhoni Kamis, 17 Juni 2021 | 17:57 WIB

Kasus Covid-19 di Jepara Melonjak, DPR Desak Prokes di Lingkup Industri Diperketat
Ilustrasi DPR desak lingkup industri di Kabuputen Jepara untuk memperketat prokes Covid-19. (Elements Envato)

Lemahnya prokes di industri yang berada di Jepara, disinyalir menjadi penyebab ledakan kasus Covid-19

SuaraJawaTengah.id - Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara membuat banyak pihak prehatin. Peningkatan kasus Covid-19 itu disinyalir dari lemahnya protokol kesehatan (Prokes) di lingkup industri yang ada di kawasan Jepara Selatan. 

Saat ini, kawasan Jepara bagian selatan mulai dari Kecamatan Nalumsari, Mayong, Kalinyamatan hingga Pecangaan sudah masuk zona merah Covid-19. Sedang di kawasan Jepara utara atau lainnya berstatus zona oranye atau kuning.

Selain itu lonjakan kasus di Jepara selatan diduga juga karena tingginya mobilitas para pekerja. Ditambah jumlah pekerja di pabrik-pabrik besar yang memproduksi garmen hingga sepatu itu mencapai puluhan ribu orang.

Anggota DPR RI Abdul Wachid merasa prihatin. Menurutnya, kondisi itu berpotensi mempercepat penyebaran Covid-19 di Jepara. Terlebih saat ini, di kabupaten Kudus sudah ditemukan Covid-19 B.1.617 atau varian Delta asal India yang lebih infeksius dan ganas dibanding varian sebelumnya.

Baca Juga: Update Covid-19 RI Sepekan: Kasus Positif Naik 38,3 Persen, Angka Kesembuhan Menurun

Di sisi lain, para pekerja pabrik-pabrik besar di Jepara itu tidak hanya warga sekitar namun banyak juga yang berasal dari Kudus, Demak, Pati yang masuk kategori zona merah Covid-19.

"Makanya prokes harus lebih diperketat untuk menekan penyebaran Covid-19. Harus ada tes PCR atau minimal swab antigen untuk para pekerja setiap tiga hari sekali . Kalau hanya pakai masker atau thermogun saja jelas tidak memadai," kata Abdul Wachid yang juga Ketua DPD Gerindra Jateng, Kamis (17/6/2021).

Berdasar data Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara, pada Rabu (16/6/2021), terjadi penambahan 241 kasus positif di Kota Ukir itu. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Covid-19 masuk ke wilayah Jepara.

Jika di total, jumlah warga Jepara yang terpapar Covid-19 sebanyak 10.686 orang itu yg benar ketahuan saya kira masih yg tdk terdeteksi. Dari jumlah itu, 8.346 orang dinyatakan sembuh, 1.757 orang masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi dan 583 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Covid-19 ini masalah serius. Upaya antisipasi harus terus dilakukan. Jepara selatan sudah merah makanya harus dicegah jangan sampai nanti merembet hingga kawasan utara," tandasnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Drastis, Pemprov DKI Pikir-pikir Terapkan Lockdown

Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Joko Prakoso. Saat ini, di Desa Banyuputih ada 45 warga yang positif Covid-19 dan lima di antaranya sudah meninggal dunia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait