alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Pantura Melonjak, Permintaan Oksigen di Tegal Raya Meningkat

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:16 WIB

Kasus Covid-19 di Pantura Melonjak, Permintaan Oksigen di Tegal Raya Meningkat
Ilustrasi tabung oksigen, masker oksigen. Kasus Covid-19 di pantura melonjak, permintaan oksigen di Tegal Raya meningkat (Dok. Envato)

Dalam dua bulan terakhir ini atau pada bulan Mei dan Juni 2021, ada 20.000 tabung oksigen yang didistribusikan ke rumah sakit di wilayah Pantura Barat

SuaraJawaTengah.id - Kasus Covid-19 melonjak di Wilayah Tegal Raya. Hal itu membuat permintaan oksigen dan liquid oksigen meningkat drastis.

Dilansir dari Ayosemarang.com, perusahaan produksi gas di Kota Tegal, PT Sandana Istana Multigas, dalam dua bulan terakhir ini atau pada bulan Mei dan Juni 2021, ada 20.000 tabung oksigen yang didistribusikan ke rumah sakit di wilayah Pantura Barat. Wilayah itu di antaranya Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang tiap bulannya.

Kepala Cabang PT Sandana Istana Multigas Tegal, Gunawan mengatakan, permintaan oksigen meningkat sejak adanya pandemi Covid-19.

Sementara yang menjadi puncak tertinggi permintaan oksigen yakni dalam dua bulan terakhir ini.

Baca Juga: Gawat! Kasus Covid-19 Melonjak di Klaten, Seluruh Desa di Kecamatan Ngawen Zona Merah

Sebulan kita bisa ngirim 20.000 tabung oksigen ke rumah sakit di wilayah Tegal dan sekitarnya, katanya belum lama ini.

Padahal, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya hanya mendistribusikan 10.000 sampai 11.000 tabung oksigen dalam sebulan. Lalu meningkat 15.000 tabung di awal pandemi.

Bukan hanya itu, peningkatan tersebut juga dapat dilihat dari banyaknya volume produksi.

Ia membeberkan, sebelum pandemi Covid-19, volume produksi oksigen hanya 60.000 meter kubik per bulan. Kemudian naik menjadi 85.000 meter kubik pada awal pandemi hingga Desember 2020.

Sementara di dua bulan terakhir ini, volume produksi oksigen mencapai 130.000 sampai 135.000 meter kubik per bulannya.

Baca Juga: Dinkes DKI Jakarta: Semua Merk Vaksin Ampuh Cegah Varian Mutasi Virus Baru

Kenaikannya hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Karena memang, peningkatan itu salah satunya dipengaruhi pasien Covid-19 yang sedang meningkat, ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait