alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disebut Lebih Parah dari Jakarta, Tiga Daerah di Jateng Terancam Tenggelam

Budi Arista Romadhoni Kamis, 05 Agustus 2021 | 17:26 WIB

Disebut Lebih Parah dari Jakarta, Tiga Daerah di Jateng Terancam Tenggelam
Kondisi makam yang tenggelam di Tambaklorok Kota Semarang. Terdapat tiga daerah di Jateng yang terancam tenggelam. (suara.com/Dafi Yusuf)

Tiga daerah di Jateng ini disebut-sebut lebih parah dari Jakarta, sehingga terancam tenggelam beberapa tahun kedepan

SuaraJawaTengah.id - Ancaman tenggelamnya pesisir pantai utara (pantura) bukan isu belaka. Hal itu bisa terjadi jika tidak ditangani dari sekarang. Terdapat tiga daerah yang terancam tenggelam.  

Menyadur dari Solopos.com,  tiga wilayah di pesisir pantai utara Jateng disebut lebih terancam tenggelam daripada Jakarta. Hal itu jika tidak dilakukan penanganan yang tepat dalam 10 tahun ke depan.

Kepala Laboratorium Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Heri Andreas,menepis pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Bidan bahwa Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Sebab dari kajiannya, laju penurunan permukaan tanah di Jakarta sudah melandai.

Kondisi yang sangat mengkhawatirkan itu, kata Heri yang juga anggota Pokjanas Mitigasi Adaptasi Land Subsidence, justru terjadi di Pekalongan, Semarang, dan Demak.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Nasional Tambah 33.900 Orang, Terbanyak di Jateng

“Di tiga kota tersebut saat ini laju penurunan tanahnya sangat tinggi, 15-20 cm per tahun. Ini mirip di Jakarta pada 2007 – 2011, sangat mengkhawatirkan sebenarnya,” kata Heri Andreas,

Nasib sial dialami warga Kampung Tambakorok, Tanjung Emas Kota Semarang. Rumah mereka terkena rob lebih dari satu bulan. [Suara.com/Dafi Yusuf]
Nasib sial dialami warga Kampung Tambakorok, Tanjung Emas Kota Semarang. Rumah mereka terkena rob lebih dari satu bulan. [Suara.com/Dafi Yusuf]

Penyebab utamanya, dalam hipotesa dia, adalah eksploitasi air tanah yang berlebihan baik untuk industri, pertanian, maupun kehidupan sehari-hari masyarakat. Heri menyebut 90 persen suplai air di Pekalongan adalah dengan cara menyedot air tanah.

“Tipikal pertanian di Jawa Tengah dan Jawa Timur itu juga menggunakan air tanah seperti kalangan industri,” ujarnya.

Jika dalam 10 tahun ke depan tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, ia melanjutkan, prediksi tenggelamnya tiga wilayah di Jateng ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta.

Foto udara perumahan warga terendam banjir di Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Foto udara perumahan warga terendam banjir di Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (5/8/2021), wilayah pesisir pantai utara Jateng yang terancam tenggelam itu mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 10-12 cm per tahun. Hal ini terjadi salah satunya akibat penyedotan air tanah yang masif.

Baca Juga: Turis Asing Ngamuk Harga Tiket Candi Borobudur Lebih Mahal, Ini Penjelasan TWC

Dikutip dari laman tataruang.pusdataru.jatengprov.go.id, Kota Pekalongan terletak di dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 1 meter di atas permukaan laut. Sementara wilayah pesisir utara Semarang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki ketinggian sekitar 0,75 meter hingga 3,49 meter di wilayah pusat kota. Sedangkan wilayah Kabupaten Demak memiliki ketinggian yang bervariasi, yaitu 0-100 mdpl.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait