Gebrakan PBPI Kota Semarang: Dari Olahraga Elit ke Arena Rakyat, Siap Cetak Atlet Muda!

PBPI Semarang dilantik untuk membumikan padel, hilangkan citra eksklusif, dan cetak atlet berprestasi, didukung Pemkot dan KONI. Ajak komunitas & sekolah.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 12 Februari 2026 | 19:42 WIB
Gebrakan PBPI Kota Semarang: Dari Olahraga Elit ke Arena Rakyat, Siap Cetak Atlet Muda!
Suasana pelantikan PBPI Kota Semarang pada Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Budi]
Baca 10 detik
  • PBPI Kota Semarang periode 2026-2030 dilantik untuk mengatasi stigma padel sebagai olahraga eksklusif dan mempopulerkannya.
  • PBPI berencana merangkul komunitas lokal dan berkolaborasi dengan sekolah guna mencetak atlet berprestasi untuk ajang nasional.
  • KONI mendorong PBPI mengadakan turnamen berkonsep sport entertainment sebagai strategi menjaring dan mengasah atlet muda berpotensi.

SuaraJawaTengah.id - Pelantikan pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Semarang periode 2026-2030 menjadi genderang perang melawan citra eksklusif yang selama ini melekat pada olahraga padel

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota dan KONI, PBPI Semarang mengusung agenda besar: membumikan padel agar bisa diakses dan digemari semua lapisan masyarakat, sekaligus mencetak atlet berprestasi untuk kancah nasional.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak strategis untuk mengubah tren menjadi prestasi. 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, melihat fenomena padel sebagai potensi besar yang harus dikelola secara serius. 

Baca Juga:Cuaca Semarang Hari Ini: Waspada Hujan Ringan hingga Sedang, BMKG Jelaskan Fenomena Cold Pool

Pertumbuhan pesat lapangan padel di ibu kota Jawa Tengah dalam enam bulan terakhir menandakan antusiasme publik yang luar biasa.

“Fenomena padel di Kota Semarang luar biasa. Dalam enam bulan terakhir, lapangan tumbuh cukup banyak. Ini olahraga yang sehat sekaligus membangun keakraban karena dimainkan berpasangan,” ujar Agustina usai pelantikan di Semarang, Kamis (12/2/2026).

Namun, Agustina mengingatkan bahwa popularitas saja tidak cukup. Dengan masuknya padel ke dalam struktur KONI dan berpeluang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), Semarang dituntut untuk bergerak cepat.

“Kalau sudah ada aba-aba masuk kompetisi resmi, Semarang harus siap. Kita harus punya atlet yang bisa meraih medali. Maka liga dan turnamen harus segera digelar untuk menjaring atlet,” tegasnya.

Dari Hobi Mahal Menjadi Prestasi Lokal

Baca Juga:Waspada! Semarang Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Disertai Petir Hari Ini, BMKG Beri Peringatan Dini

Tantangan terbesar yang diakui pengurus baru adalah stigma padel sebagai olahraga mahal atau hanya untuk kalangan tertentu. 

Ketua PBPI Kota Semarang yang baru dilantik, Alexander Riandro Satria, menjadikan isu ini sebagai pekerjaan rumah utama. 

Pihaknya bertekad membawa padel lebih dekat ke masyarakat luas, terutama generasi muda.

“PR kami bagaimana padel bisa diterima semua usia dan semua lapisan masyarakat. Tidak hanya kalangan tertentu,” tegas Riandro.

Langkah konkret pun telah disiapkan. PBPI akan merangkul sekitar 50 komunitas padel yang ada di Semarang untuk didata dan diwadahi menjadi klub resmi.

 Dari situ, program pembinaan berbasis kelompok umur akan dijalankan secara terstruktur. 

Kolaborasi dengan sekolah untuk menjadikan padel sebagai kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi salah satu prioritas.

“Kami akan melakukan pengelompokan usia dan pembinaan prestasi. Komunitas-komunitas ini nanti akan kami wadahi menjadi klub resmi agar pembinaan lebih terarah dan bisa mengirim atlet secara legal ke berbagai kejuaraan,” jelasnya.

Konsep 'Sport Entertainment' Jadi Kunci

Selaras dengan misi membumikan padel, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Adrarasmara, mendorong pengurus PBPI untuk inovatif dalam menggelar kompetisi. 

Menurutnya, kunci untuk menarik minat anak muda adalah dengan mengemas turnamen dalam konsep sport entertainment.

“Pertama tentu organisasi harus profesional. Kedua, mulai menjaring dan membina atlet lewat turnamen rutin. Karena sehebat apa pun atlet, kalau tidak ditempa kompetisi, tidak akan terasah,” ujar Arnaz.

Ia menambahkan, Padel akan menjadi cabang olahraga ekshibisi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, sebuah panggung penting untuk unjuk gigi.

Oleh karena itu, pembinaan tidak bisa ditunda. 

“Perbanyak turnamen dengan konsep sport entertainment supaya anak-anak muda tertarik. Dari situ nanti akan muncul bibit atlet potensial,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak