Ormas Pemuda Pancasila kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Kebumen. DS sebagai terlapor juga meminta pendampingan hukum kepada LSM GMBI.
Anggota Pemuda Pancasila menilai pengacara Lembaga Bantuan Hukum GMBI terlalu turut campur dalam menyelesaikan kasus. Rasa tidak puas itu yang kemudian memicu sejumlah anggota Pemuda Pancasila menyerang makas GMBI di Jalan Yos Sudarso.
Sekitar 75 orang anggota Pemuda Pancasila diduga turut dalam penyerangan markas LSM GMBI. Saat kejadian, kedua belah pihak mengerahkan ratusan anggota bersenjata kayu, batu, senjata tajam.
Polres Kebumen didukung Polda Jateng mengerahkan 2 SSK Brimob. Dibantu personel Kodim 0709/Kebumen petugas mengamankan situasi.
Baca Juga:Sindir Dokter Lois, Bupati Kebumen: Orang yang Tak Percaya Covid-19 Sesat
Sedikitnya 5 mobil rusak akibat penyerangan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) ke markas LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Rombongan penyerangan juga merusak kantor LSM GMBI sehingga mengalami kaca pecah dan peralatan kantor berantakan.
Selain merusak kios yang berada di lokasi kejadian, massa juga membakar atribut GMBI.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi