Dampak kenaikan harga jagung paling dirasakan oleh peternak sekala menengah hingga kecil. Sebab kebanyakan mereka meminjam modal ke bank untuk awal membuka usaha.
Beban ekonomi mereka semakin berat karena selain harus menutup biaya produksi dan operasional kandang, juga harus membayar cicilan utang ke bank.
Peternak berharap pemerintah membantu menurunkan harga jagung hingga di kisaran harga Rp 4.500 per kilogram. Harga itu dinilai ideal sesuai dengan harga jual telur ayam Rp 15 ribu per kilogram.
“Kami berharap tetap ketersediaan jagungnya ada. Kalau ada kelangkaan, ketersediaannya berkurang sehingga jagung itu seperti emas yang dicari-cari,” kata Yoko Sumarno.
Baca Juga:Petani Milenial Minta Ini ke Bupati Bogor
Patokan harga telur ayam di Magelang mengikuti harga yang dikeluarkan peternak besar seperti Rosa Farm di Yogkarta dan Pusaka Farm. Kedua peternak besar ini per 9 September 2021 menjual telur dengan harga Rp 14.900-Rp 15.600/kg.
Seperti diketahui, kunjungan Presiden Joko Widodo di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, 7 September 2021, diwarnai aksi pembentangan poster.
Seorang peternak ayam membentangkan poster berisi tulisan “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar”, saat mobil Presiden melintas di Jalan Moh Hatta.
Pria tersebut kemudian ditangkap dan dibawa mobil polisi. Koperasi Peternak Ayam Petelur (Putera Blitar) menyebut aksi serupa direncakan dilakukan secara individu di sejumlah lokasi berbeda namun dibatalkan polisi.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga:Viral Peternak Ayam Bikin Warganet Salah Fokus: Cowok yang Masih Rebahan Aja Mundur