alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disebut Masuk Grup Neraka Liga 2, Manajer Cantik PSCS Cilacap: Bagi Kami Biasa Saja Tuh

Ronald Seger Prabowo Kamis, 16 September 2021 | 21:16 WIB

Disebut Masuk Grup Neraka Liga 2, Manajer Cantik PSCS Cilacap: Bagi Kami Biasa Saja Tuh
Manajer PSCS Cilacap, Fanny Irawatie. [Dok Pribadi]

Total 24 kontestan dibagi dalam empat grup dengan masing-masing grup dihuni enam klub.

SuaraJawaTengah.id - PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menggelar manager meeting Liga 2, Kamis (16/9/2021).

Sejumlah hasil diputuskan dalam rapat itu, salah satunya tuan rumah putaran pertama fase grup dan pembagian grup.

Total 24 kontestan dibagi dalam empat grup dengan masing-masing grup dihuni enam klub.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Grup C yang diisi Persis Solo selaku tuan rumah, PSCS Cilacap, Persijap Jepara, PSG Pati, Hizbul Wathan, dan PSIM Yogyakarta.

Baca Juga: RESMI Pembagian Grup Liga 2: Rans Cilegon FC dan Perserang Serang Bersaing Satu Grup

Banyak pihak menyebut grup itu sebagai 'Grup Neraka' mengingat banyak tim bertabur bintang seperti Persis dan PSG.

Pemain PSCS Cilacap Thauvan Hidayat melewati pemain Persiba Balikpapan dalam uji coba di Jakarta. [PSCS Cilacap]
Pemain PSCS Cilacap Thauvan Hidayat melewati pemain Persiba Balikpapan dalam uji coba di Jakarta. [PSCS Cilacap]

Namun, manajer cantik PSCS, Fanny Irawatie menolak anggapan tersebut.

"Banyak orang yang menyebut grup neraka. Tapi bagi kami itu biasa saja kok. Semua memiliki kekuatan masing-masing," kata Fanny kepada Suara.com, Kamis (16/9/2021).

Fanny memaparkan, pasukan Laskar Hiu Selatan terus mempersiapkan diri secara matang.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 27 pemain yang sudah dikontrak menjalani pemusatan latihan di Jakarta sejak awal bulan ini di bawah arahan pelatih kepala Fans Sinatra.

Baca Juga: Ada Stadion Manahan, Ini Daftar Lengkap Tuan Rumah dan Pembagian Grup Liga 2 2021

"Kami sengaja menggelar TC di Jakarta agar tidak bolak-balik. Nanti jika jadwal sudah jelas, kami tinggal berangkat ke lokasi," paparnya.

"Kita jalani saja apa yang sudah menjadi keputusan PT. LIB, pasti sudah di formulasikan sebaik mungkin. Kami harus paham harus bisa hidup berdampingan dengan covid sehingga gerak juga masih terbatas," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait