alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Awas Lur! Berburu Satwa Liar di Lokasi Ini Kena Denda Rp10 Juta

Budi Arista Romadhoni Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:21 WIB

Awas Lur! Berburu Satwa Liar di Lokasi Ini Kena Denda Rp10 Juta
Ilustrasi berburu. Salat tempat berburu satwa liar bisa berakhir dengan hukuman denda Rp10 Juta, seperti dilokasi ini. [shutterstock]

Salat tempat berburu satwa liar bisa berakhir dengan hukuman denda Rp10 Juta, seperti dilokasi ini

SuaraJawaTengah.id - Berburu satwa liar menjadi hobi sebagian orang. Selain melatih adrenalin, hobi berburu satwa juga untuk mengadu ketangkasan menembak dengan komunitas. 

Namun, berburu tidak bisa sembarangan. Salah tempat berburu satwa bisa berujung sanksi hukum. 

Menyadur dari Solopos.com, Pemerintah Desa (Pemdes) Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen, menerbitkan peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang perlindungan satwa liar. Siapa saja dilarang berburu satwan liar apalagi membunuh satwa liar yang ada di Area Mbah Karang atau Kawasan Pasar Bahulak, Desa Karungan.

Regulasi tersebut dikeluarkan pada Jumat (9/10/2020) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam upaya melindungi satwa liar.

Baca Juga: Kanguru Papua, Kasuari, dan Kuskus Mau Diselundupkan ke Makassar

Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso, mengatakan Perdes Karungan itu bernomor.15/2020 tentang penetapan Area Mbah Karang sebagai kawasan perlindungan satwa. Pemdes Karungan ingin mewujudkan perlindungan satwa di desa tersebut secara bertahap.

Sesuai peraturan desa itu, warga atau pengunjung dilarang mengganggu, menangkap, menembak, dan memburu satwa di lingkungan Mbah Karang. Apabila ada yang melanggar dikenai denda minimal Rp10 juta.

“Penerapannya baru kawasan itu. Kami melakukan pendekatan masyarakat dan perlu waktu bagaimana pentingnya menjaga ekosistem. Terutama pada burung yang sering diburu,” kata dia, Rabu (20/10/2021).

Dalam pelaksanaannya, menurut Joko, warga akan saling mengawasi dan mengingatkan di area tersebut. Ia menyebut di area Mbah Karang masih ada sejumlah populasi burung seperti perkutut, kutilang, dan cucak jawa. Meski memang jumlahnya tak sebanyak dulu.

Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso (ketiga dari kanan); seorang warga setempat, Sunardi; Pengawas Badan Usaha Milik Desa Karungan, Sunarto (kedua dari kiri); dan Sekretaris Desa Karungan, Tri Haryanto (kanan), menunjukkan MMT yang berisi peraturan desa mengenai perlindungan satwa di Area Mbah Karang atau Kawasan Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen, Rabu (20/10/201) petang. (Istimewa/Joko Sunarso)
Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso (ketiga dari kanan); seorang warga setempat, Sunardi; Pengawas Badan Usaha Milik Desa Karungan, Sunarto (kedua dari kiri); dan Sekretaris Desa Karungan, Tri Haryanto (kanan), menunjukkan MMT yang berisi peraturan desa mengenai perlindungan satwa di Area Mbah Karang atau Kawasan Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen, Rabu (20/10/201) petang. (Istimewa/Joko Sunarso)

Joko mengatakan ada sejumlaj jenis burung yang menjadi langka akibat perburuan antara lain kepodang, jalak suren, gagak, dan perkutut. Rantai makanan burung yang langka atau hilang dan ekosistem yang rusak membuat tanaman pertanian warga diserang hama.

Baca Juga: Heboh Penampakan Harimau Lagi Nyantai di Bener Meriah

“Tuhan menciptakan alam dengan sistem burung untuk memakan ulat. Dulu tanpa pestisida ekosistemnya masih bagus,” jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait