alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Kebakaran 13 Kapal di Kota Tegal, Polda Jateng Kirim Tim Labfor

Ronald Seger Prabowo Kamis, 18 November 2021 | 15:56 WIB

Kasus Kebakaran 13 Kapal di Kota Tegal, Polda Jateng Kirim Tim Labfor
Kebakaran yang menimpa belasan kapal nelayan di kolam kawasan galangan kapal di Kota Tegal, Rabu (17/11/2021). [Suara.com/F Firdaus]

Polisi juga menghimbau masyarakat Tegal dan sekitarnya untuk tidak mengunjungi lokasi kebakaran kapal.

SuaraJawaTengah.id - Polda Jawa Tengah menerjunkan tim laboratorium forensik (labfor) untuk menyelidiki penyebab kebakaran 13 kapal di kawasan pelabuhan Kota Tegal.

Demikian dinyatakan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Kamis (18/11/2021) siang.

"Ini dilakukan dalam rangka investigasi ilmiah untuk mengungkap penyebab kebakaran," kata M Iqbal.

Lebih lanjut Kabidhumas juga menghimbau masyarakat Tegal dan sekitarnya untuk tidak mengunjungi lokasi kebakaran kapal.

Baca Juga: Duh! Janji Mau Menikahi, Paman Setubuhi Keponakan yang Masih Remaja

Hal ini dikarenakan lokasi tersebut sudah terpasang police line dan masih ada kepulan asap serta sisa api meskipun relatif kecil.

"Dikhawatirkan nanti sisa api yang ada bisa menimbulkan resiko ledakan. Jadi lokasi belum betul-betul aman dan saat ini polisi masih mengamankan lokasi untuk kepentingan olah TKP," tambah Kombes Iqbal.

Diharapkan masyarakat membantu kelancaran penyelidikan polisi. Dengan upaya olah TKP dan penyelidikan yang cermat, diharap penyebab kebakaran segera diketahui dan kasus segera ungkap.

Berdasar fakta di lapangan, Kabidhumas memastikan jumlah kapal yang terbakar ada tiga belas. Sementara saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut sejauh ini, ada empat orang.

Kombes Iqbal menjelaskan belum ada taksiran resmi terkait nominal kerugian materi akibat kebakaran tersebut.

Baca Juga: Alasan Kebanyakan Nonton Film Porno, Ayah di Kota Tegal Perkosa Anak Kandungnya Sendiri

"Harga masing-masing kapal berkisar 2-4 M. Namun jumlah resmi taksiran kerugian belum ada," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait