Dimakamkan Prokes, Muarif Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Dikira Meninggal Covid

Muarif yang diketahui tewas pada 14 Mei 2020, diduga menjadi korban pertama ritual maut dukun IS.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 23 November 2021 | 16:00 WIB
Dimakamkan Prokes, Muarif Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Dikira Meninggal Covid
Ilustrasi petugas pemakaman Covid-19. [Ist]

Tapi karena tidak ditemukan tanda mencurigakan dan keterbatasan menangani jenazah, kasus kematian Muarif dianggap karena terpapar Covid.

“Cuma (tersangka IS) ditanya-tanya biasa. Tapi kan memang waktu itu dari pihak kepolisian tidak mungkin posisi pandemi ditindaklanjuti. Cuma ditanya-tanya di rumah," ujar dia.

Adanya korban lain baru diketahui setelah polisi mengungkap kasus pembunuhan Lasman dan Wardiyanto, saudara ipar warga Desa Sukmakmur. Tersangka diduga membunuh 4 korban dalam tiga peristiwa waktu yang berbeda.

Muarif dibunuh pada 14 Mei 2020, Suroto pada 4 Desember 2020, serta Lasman dan Wasdiyanto pada 10 November 2021. Tersangka meracuni korban menggunakan potasium (sianida) dengan maksud menguasai uang milik korban.  

Baca Juga:Bertambah Lagi! Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Jadi 4 Orang

“Dalam rangkaian peristiwanya ada suatu rangkaian dengan motif dan modus yang sama. Kalau dalam kalimat hukum Pasal 338 (pembunuhan) dan Pasal 340 pembunuhan dengan rencana,” kata AKP Alfan, Senin (22/11/2021).

Pengungkapan kasus pembunuhan Lasman dan Wasdiyanto membuka 2 kasus pembunuhan lainnya. Polisi menelusuri temuan orang meninggal mencurigakan lainnya yang diketahui sempat bertemu dengan dukun IS.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka IS diduga membunuh 4 orang warga Desa Sukomakmur dan Sutopati, Kajoran, Magelang. Semua korban adalah pasien IS yang dikenal sebagai ‘orang pintar’ yang bisa menggandakan uang.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Baca Juga:Menikmati Keindahan 8 Gunung, Jadi Penutup Tour de Borobudur 2021

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini