facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gus Yasin Inginkan Penderita HIV/AIDS Jadi Penerima PKH, Ini Alasannya

Budi Arista Romadhoni Minggu, 12 Desember 2021 | 15:38 WIB

Gus Yasin Inginkan Penderita HIV/AIDS Jadi Penerima PKH, Ini Alasannya
Gus Yasin. Taj Yasin Maimoen menginisiasi untuk memasukkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai salah satu yang berhak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). [Yosea Arga Pramudita]

Taj Yasin Maimoen menginisiasi untuk memasukkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai salah satu yang berhak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)

SuaraJawaTengah.id - Penderita HIV/AIDS (ODHA) harus mendapatkan perhatian yang lebih dari masyarakat maupun oleh pemerintah. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menginisiasi untuk memasukkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai salah satu yang berhak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Nanti kami coba koordinasi dengan OPD terkait, karena mereka (ODHA) ternyata butuh, bagaimana mereka bisa masuk ke PKH," kata Wagub Jateng yang sering dipanggil Gus Yasin dikutip dari ANTARA di Semarang, Minggu (12/12/2021).

Wagub yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng ini meminta para ODHA yang belum memiliki nomor induk kependudukan segera melapor agar rencana tersebut bisa segera direalisasikan.

Baca Juga: Penderita HIV/Aids Sumsel Bertambah saat Pandemi, 60 Persen Laki-laki

Menurut Wagub, perlu ada solusi bagi ODHA yang ingin mengobati berbagai penyakit penyerta, sebab fasilitas perawatan dan pengobatan hanya ada di rumah sakit yang biayanya relatif mahal, sedangkan sebagian dari mereka tidak terdaftar BPJS Kesehatan.

Wagub berharap semua pihak mau bersinergi untuk menanggulangi berbagai permasalahan AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan pihaknya melakukan sinergi dengan pihak terkait guna menekan persebaran infeksi HIV/AIDS, karena estimasi kasus di Jateng mencapai 52.677 orang dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 35.238 orang ODHA.

Ia menyebut semakin dini ODHA ditemukan, akan lebih cepat pula pengobatan yang dilakukan, sebab ketika terinfeksi penyakit ini, orang yang bersangkutan harus meminum obat seumur hidupnya.

Dinkes Jateng memperkirakan ada 52 ribu kasus HIV/AIDS, namun hingga saat ini baru ditemukan sekitar 72 persen dari angka tersebut.

Baca Juga: Miris, Sejumlah Remaja di Tulungagung Kena AIDS Gegara Seks Bebas

"Dengan kondisi itu, kami tidak pernah berhenti melakukan edukasi melalui berbagai media, bahkan edukasi mengenai bahaya penyakit itu juga disampaikan di sekolahan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait